Menohok! Pengamat LAWAN Institute ke Jokowi: Pola Pikirnya Terbolak-balik, Salah Resep Melulu | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 16 Agustus 2021

Menohok! Pengamat LAWAN Institute ke Jokowi: Pola Pikirnya Terbolak-balik, Salah Resep Melulu

Menohok! Pengamat LAWAN Institute ke Jokowi: Pola Pikirnya Terbolak-balik, Salah Resep Melulu
Menohok! Pengamat LAWAN Institute ke Jokowi: Pola Pikirnya Terbolak-balik, Salah Resep Melulu



DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik Lingkar Wajah Kemanusiaan (LAWAN Institute), Muhammad Mualimin menyampaikan kritik keras kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Mualimin menilai bahwa Presiden Jokowi memiliki pola pikir yang terbalik-balik dan juga selalu salah “resep” dalam mengatasi persoalan.


Ia mengarakan itu sebagai respons terhadap pidato Presiden Jokowi di dalam Sidang Tahunan MPR pada Senin, 16 Agustus 2021.


Mualimin menyoroti bahwa Jokowi sama sekali tidak menyinggung penanganan korupsi dan Hak Asasi Manusi (HAM) di Indonesia.


Ia mengaku sebenarnya tidak kaget dengan absennya hal penting dalam pidato Jokowi itu. 


Sebab, Mualimin menilai bahwa itulah contoh nyata kontradiksi sifat Jokowi.


Kendati demikian, ia tetap menyayangkan bahwa Jokowi tidak memberikan fokus terhadap kedua isu penting tersebut.


 “Yang penting dilupakan, yang tak penting diutamakan. Jadi, pola pikirnya terbalik balik,” ujarnya.


Mulaimin lantas menyindir bahwa Jokowi nampak tidak tahu-menahu soal permasalahan yang tengah terjadi saat ini. 


“Jokowi seperti tidak tahu masalah sebenarnya Indonesia. Jadi, salah resep melulu,” tandasnya.


Selain Mualimin, Tholabi Kharlie yang merupakan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga turut menyayangkan absennya isu korupsi dalam pidato Jokowi.


Tholabi mengingatkan bahwa persoalan korupsi adalah hal yang sangat krusial dan sayang memburuk.


“Dua pembantu Presiden pada tahun lalu terlibat dalam kasus korupsi. Indonesia sedang tidak baik-baik saja khususnya dalam kasus korupsi,” ujarnya. 


Tholabi juga mengingatkan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  juga akhir-akhir ini disoroti publik karena berbagai persoalan.


“Sayangnya pemberantasan korupsi absen dipercakapkan dalam momen penting sidang tahunan ini,” ujarnya. [Democrazy/pkr]