Mengejutkan! Aset Akidi Tio Ternyata Tembus Rp16 Triliun, Sumbangan Rp2 T Jadi Diberikan? | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 06 Agustus 2021

Mengejutkan! Aset Akidi Tio Ternyata Tembus Rp16 Triliun, Sumbangan Rp2 T Jadi Diberikan?

Mengejutkan! Aset Akidi Tio Ternyata Tembus Rp16 Triliun, Sumbangan Rp2 T Jadi Diberikan?

Mengejutkan! Aset Akidi Tio Ternyata Tembus Rp16 Triliun, Sumbangan Rp2 T Jadi Diberikan?

DEMOCRAZY.ID - Kasus "prank" donasi Rp2 triliun dari almarhum Akidi Tio membuat banyak pihak terseret. 


Kapolda Sumsel meminta maaf kepada masyarakat karena tidak hati-hati memastikan donasi yang belum jelas tersebut.


Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah turun tangan menganalisis dan memeriksa donasi Rp2 triliun dari almarhum Akidi Tio melalui keluarganya.


Hasilnya, PPATK menyimpulkan kalau bilyet giro uang sebesar Rp2 triliun itu tidak ada.


"Sampai dengan hari kemarin, kami sudah melakukan analisis dan pemeriksaan, dan dapat disimpulkan kalau uang yang disebut dalam bilyet giro itu tidak ada," ujar Kepala PPATK Dian Ediana Rae, Rabu (4/8/2021).


Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi pada Selasa (3/8) juga menyebutkan bahwa hasil dari pemeriksaan sementara, saldo  rekening dari bilyet giro yang diberikan anak Akidi Tio, Heryanty, tidak sampai Rp2 Triliun.


"Hasil koordinasi pengecekan ke Bank Mandiri sesuai dengan bilyet giro kemarin, klarifikasi Bank bahwa saldo di rekening tersebut tidak cukup (Rp 2 triliun)," kata Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi saat menggelar pers rilis, Selasa (3/8/2021).


Hal tersebut disampaikan setelah polisi melakukan pemeriksaan polisi ke pihak bank.


Namun, mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan mengatakan bahwa Akidi Tio memiliki aset sebesar Rp16 triliun di Singapura. Anaknya, Heriyanti Tio yang selama ini berusaha mengurus aset tersebut.


Meski begitu, dia tetap menaruh kecurigaan karena di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, Singapura memperketat akses masuk ke negaranya untuk pencegahan penularan virus corona.


"Saya pun mempersoalkan bagaimana mungkin bisa mengurus uang di Singapura di masa pandemi seperti ini? Bukankah Heryanti tidak bisa masuk ke Singapura? Ternyata, Heryanti punya cara sendiri. Selama pandemi ini, Heryanti ke Batam. Terakhir dua bulan lalu. Heryanti mengurus uang Rp 16 triliun ''milik'' ayahnyi dari Batam," tulis Dahlan Iskan di situsnya, disway.id, dikutip Jumat (6/8/2021).


Cara Heryanti adalah menunggu di Batam, dan kemudian pengacara dari Singapura yang datang ke Batam untuk membahas aset-aset tersebut.


"Pengacara itu menyerahkan dan menerima dokumen yang diperlukan. Di Batam pula Heryanti menandatangani berkas-berkas yang diperlukan," tambah Dahlan Iskan.


Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai dana hibah Rp2 triliun almarhum Akidi Tio yang awalnya disebut untuk penanggulangan pandemi Covid-19 di Sumsel itu.


Yang terjadi malah Heryanti, anak Akidi Tio kembali berurusan dengan polisi. Kali ini dia dilaporkan ke Polda Sumsel oleh dr Siti Mirza Nuria.


Siti melaporkan Heryanti atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan sebesar Rp2,5 miliar.


Meski begitu, Siti mempertimbangkan mencabut laporannya karena iba dengan kondisi Heriyanti yang juga sahabatnya. 


Siti juga mengatakan bahwa dia sebenarnya ingin berkonsultasi dengan polisi, bukan melapor.


"Walaupun ternyata terlanjur dibuat, akan saya cabut saja. Atau pending saja. Tidak guna memeras kelapa bila tidak ada santannya. Menghabiskan energi," ungkapnya.


"Betul saya korban. Uang saya hilang. Karena dia sedang dalam keadaan susah financial dan sering sakit-sakitan. Jangan menambah beban orang yang sedang terpuruk. Saya yakin Allah akan mengganti dari jalan yang lain" katanya. [Democrazy/rtp]