Kerap Lontarkan Kritik, Arief Poyuono Tantang DPR Membuat 'Mosi Tidak Percaya' kepada Jokowi | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 06 Agustus 2021

Kerap Lontarkan Kritik, Arief Poyuono Tantang DPR Membuat 'Mosi Tidak Percaya' kepada Jokowi

Kerap Lontarkan Kritik, Arief Poyuono Tantang DPR Membuat 'Mosi Tidak Percaya' kepada Jokowi

Kerap Lontarkan Kritik, Arief Poyuono Tantang DPR Membuat 'Mosi Tidak Percaya' kepada Jokowi

DEMOCRAZY.ID - Politikus Gerindra Arief Poyuono memberikan tantangan untuk Ketua DPR Puan Maharani hingga Ketua Fraksi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, yang belakangan kerap melontarkan kritik tajam kepada Presiden Jokowi dan kabinetnya. 


"Kritikan ketua DPR RI hingga Ibas dll terkait penanganan Covid-19 cuma adu bacot doang. Ayo gelar mosi tidak percaya kepada Jokowi terkait penanganan Covid -19," kata Arief dalam keterangan yang diterima, Jumat (6/8). 


Hal itu disampaikan Arief menanggapi kritik yang disampaikan anggota DPR RI baik dari PDIP dan Demokrat serta parpol lainnya kepada Presiden Jokowi dan Luhut Panjaitan terkait penanganan Covid-19.


"Seperti Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani kerap bersikap kritis kepada pemerintah. Kini tak hanya Puan, anggota DPR fraksi PDIP, Effendi Simbolon dan Masinton Pasaribu, juga melempar kritik ke pemerintah. Ada apa?" tutur Arief. 


Puan sebelumnya menyoroti penanganan pandemi Covid-19 yang sedang berjalan, salah satunya perihal aturan makan 20 menit yang diumumkan Presiden Jokowi. 


Dalam pernyataannya, Puan khawatir aturan makan tersebut hanya menjadi lelucon jika pemerintah tidak menyosialisasikan kebijakan itu dengan baik.


Sementara Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas khawatir negara ini disebut sebagai failed nation atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyat. 


Menurut Arief, anggota DPR jangan cuma mengkritik dan kritis kepada pemerintah dalam hal penanganan Covid-19 yang dianggap morat-morit dan banyak jatuh korban nyawa masyarakat, tanpa ada aksi konkret. 


Terlebih lagi tidak sedikit anggaran negara yang dikeluarkan untuk menangani pandemi.


Menurut ketua umum FSP BUMN Bersatu itu, DPR seharusnya bisa melakukan aksi nyata bila memang bekerja dan berpihak pada rakyat dan bisa memisahkan serta mengerti tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat, bukan wakilnya pemerintahan walau partainya yang mengusung dan tidak mengusung Jokowi saat Pilpres.


"Maka DPR harus ada aksi nyata sebagai pertanggungjawabannya kepada rakyat yang sudah menitipkan suaranya pada DPR, yaitu membuat mosi tidak percaya kepada Jokowi," tegas Arief. 


Selain itu, katanya, DPR juga bisa membentuk panitia khusus atau Pansus penanganan Covid-19 yang sudah membuat banyak korban jiwa. 


"Kalau cuma kritik dan kritis mana didengar oleh pemerintah, yang ada cuma adu bacot saja di medsos dan media-media. Ayo, saya tantang DPR RI berani mengeluarkan mosi tidak percaya dan membentuk pansus penanganan Covid-19," pungkas Arief. [Democrazy/trb]