Kemunculan Baliho Puan Tuai Kritikan, Legislator PDIP: Mungkin Lawan Menganggap Jadi Ancaman | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 06 Agustus 2021

Kemunculan Baliho Puan Tuai Kritikan, Legislator PDIP: Mungkin Lawan Menganggap Jadi Ancaman

Kemunculan Baliho Puan Tuai Kritikan, Legislator PDIP: Mungkin Lawan Menganggap Jadi Ancaman

Kemunculan Baliho Puan Tuai Kritikan, Legislator PDIP: Mungkin Lawan Menganggap Jadi Ancaman

DEMOCRAZY.ID - Pemasangan baliho Ketua DPR RI Puan Maharani di seluruh wilayah Indonesia dikritik. 


Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Nasyirul Falah Amru atau yang akrab disapa Gus Falah menyebut baliho Puan Maharani bentuk rasa bangga kader terhadap sosok ketua DPR itu.


"Kalau mau bicara soal kinerja dan prestasi, tentu sudah banyak yang dilakukan Mbak Puan, dalam dedikasi dan pengabdian untuk bangsa ini. Meski, kita tahu bahwa Mbak Puan tidak pernah mengkalkulasikan atau menghitung apa yang sudah dilakukan itu, karena memang itulah pilihan politiknya untuk mengabdi," ujarnya, Jumat (6/8/2021).


"Tetapi kita sebagai kader juga merasa bahwa Mbak Puan dalam kinerja dan prestasinya menjadi salah satu kebanggaan. Itulah kenapa, begitu ada gerakan gotong royong untuk mensosialisasikan sosok Mbak Puan, para pengurus dan kader menyambutnya dengan antusias," kata Gus Falah.


Gus Falah menjelaskan, saat menjadi Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Puan Maharani disebutnya menjadi ikon penyeimbang pemerintah dengan memberikan kritik konstruktif. 


Sejumlah kebijakan strategis dan isi-isu besar disebut dikawal, seperti skandal bailout Bank Century, subsidi bahan bakar minyak (BBM), hingga RUU paket politik yang di dalamnya ada RUU MD3 dan RUU Pemilu.


Kemudian saat menjadi Menko PMK, Puan dinilai berhasil mengkoordinir Gerakan Revolusi Mental serta mengefektifkan kinerja kementerian di bawah kordinasinya yakni Kemendikbud, Kemenpora, Kemensoa, dan Kementerian Agama.


"Contoh konkretnya adalah, kesuksesan mengawal kesuksesan penyelenggaraan Asian Games 2018 di mana Indonesia menjadi tuan rumah. Faktor sosok Mbak Puan dalam mengkordinasikan kesuksesan penyelenggaraan agenda tersebut sangat besar," ujar Sekretaris Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) ini.


Selain dari sisi kinerja, baik saat menjadi Ketua Fraksi PDI Perjuangan maupun saat menjadi Menko PMK, Puan disebut sebagai sosok yang berhasil membangun komunikasi lintas partai dan lintas kelompok organisasi.


"Dan sekarang ini, ketika menjadi Ketua DPR, Mbak Puan juga menunjukkan kapasitas dan kinerjanya. Beberapa hasil survei menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga DPR kian meningkat," ujar Gus Falah.


Dengan torehan Puan Maharani, lanjut Gus Falah, para kader merasa penting untuk mensosialisasikan sosok dan kefigurannya. 


Kalau kemudian ada yang menyikapi negatif, Gus Falah memaklumi karena ini dunia politik.


"Namanya juga politik, mungkin ini dianggap sebagai ancaman dalam persiapan kompetisi demokrasi, maka wajar saja, ada yang khawatir, ada yang mulai menyerang secara politik. Namun, kita di PDI Perjuangan diajarkan untuk terus turun ke masyarakat, memberikan dedikasi, dan mengabdi. Baliho ini hanya sebagian kecil dari gotong rotong yang dilakukan pengurus dan kader," katanya.


"Ada sekian banyak gotong royong lainnya dalam bentuk pengabdian nyata seperti dalam program vaksinasi, dapur umum, pembagian paket sembako untuk warga isoman, serta gotong royong lainnya dalam menghadapi musibah," ujar Gus Falah. [Democrazy/tmp]