Jika Benar Ada Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Ini Hal Paling Menguntungkan Bagi Jokowi Menurut Pengamat | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 26 Agustus 2021

Jika Benar Ada Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Ini Hal Paling Menguntungkan Bagi Jokowi Menurut Pengamat

Jika Benar Ada Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Ini Hal Paling Menguntungkan Bagi Jokowi Menurut Pengamat

Jika Benar Ada Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Ini Hal Paling Menguntungkan Bagi Jokowi Menurut Pengamat

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik Hendri Satrio turut berkomentar ihwal pertemuan para petinggi partai koalisi Presiden Jokowi di istana negara kemarin Rabu, 25 Agustus 2021.


Beberapa hal disoroti Hendri Santrio atau biasa disapa Hensat, mulai dari wacana perpanjangan masa jabatan hingga masa jabatan tiga periode yang disinyalir menjadi topik bahasan pertemuan Jokowi itu.


Hensat mengungkapkan analisanya soal kemungkinan perpanjangan masa jabatan dan kemungkinan tiga periode yang sempat mencuat belakangan ini.


"Kalau 3 periode, mantan bisa ikutan, kalau mantan ikutan, itungan menang sulit diprediksi," kata Hensat melalui Twitternya Kamis, 26 Agustus 2021.


Ia menilai memang yang paling mudah sekaligus 'menguntungkan' bagi koalisi adalah dengan memperpanjang masa jabatan.


"Memang lebih mudah masa jabatan diperpanjang aja,a ajk juga teman-teman senayan ikutan panjang, biar disetujui. Setelah itu tunggu reaksi deh, kalo gak ada reaksi maa mari hepi-hepi," beber Hensat.


Pemilik lembaga survei KedaiKOPI itu juga mengungkapkan soal pertemuan Jokowi dengan para petinggi partai koalisi dan hanya yang masuk di DPR RI saja yang diajak.


"Kenapa kemarin parpol koalisi yang gak masuk senayan gak diundang ke Istana?," tanya Hensat.


"Alasannya mungkin 2 aja, pertama jaga jarak, maklum pandemi, kedua ya ngapain diajak, gak punya suara saat diperlukan buat voting," ungkapnya.


Ia melanjutkan bahwa yang menjadi pertanyaan besarnya ada agenda boring apa dibalik hal tersebut.


"Nanh pertanyaan selanjutnya, emang mau ada voting apa?." tandasnya. [Democrazy/pkr]