Isu Taliban di Internal KPK, Pimpinan KPK Buka Suara | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 30 Agustus 2021

Isu Taliban di Internal KPK, Pimpinan KPK Buka Suara

Isu Taliban di Internal KPK, Pimpinan KPK Buka Suara

Isu Taliban di Internal KPK, Pimpinan KPK Buka Suara

DEMOCRAZY.ID - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron buka suara terkait isu Taliban yang ramai dibahas dalam polemik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).


Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara dalam acara Karni Ilyas Club yang diunggah di kanal Youtube pada Minggu, 29 Agustus 2021.


Pada kesempatan itu, Nurul Ghufron ditanya mengenai kebenaran adanya isu Taliban yang berkaitan dengan pemberhentian puluhan pegawai KPK.


Apalagi dalam rapat KPK, Pimpinan dikabarkan menyebutkan ada Taliban di dalam KPK sehingga harus dibereskan.


“Saya tegaskan, kami mengatakan bahwa tidak benar ada itu,” ucap Nurul Ghufron, dikutip dari Kanal Youtube Karni Ilyas Club, Senin, 30 Agustus 2021.


Dia menambahkan bahwa isu-isu yang berhubungan dengan keagamaan pegawainya pun merupakan hal yang tidak benar.


“Dan kemudian ada isu-isu dianggap kemudian radikal, saya katakan begini ‘saya ini, jelek-jelek, saya yakin bahwa saya lebih memahami setidaknya dengan aliran-aliran Islam di KPK maupun di dalam konteks aliran pemahaman Islam’,” tutur Nurul Ghufron.


Menurutnya, perbedaan aliran-aliran Islam sejumlah pegawai KPK tidak akan mengakibatkan adanya pemberontakan.


“Saya sampaikan bahwa yang ada di KPK itu bukan jihadis, hanya dalam konteks fikih saja yang itu adalah ikhtilath biasa, bukan dalam perspektif khalafi yang kemudian akan memberontak, ataupun kemudian radikal atau teroris,” kata Nurul Ghufron.


Akan tetapi, ketika ditanya apakah ada pimpinan KPK yang mengangkat isu Taliban dalam rapat, dia tidak berkomentar.


“Saya tidak ingat pada kata-kata orang lain, saya ingat pada kata-kata saya,” ucap Nurul Ghufron.


Dia juga membantah adanya isu Taliban yang selama ini kerap disandingkan dengan polemik TWK alih status pegawai KPK.


“Saya sampaikan sekali lagi pada saat itu bahwa tidak benar ada isu Taliban,” ujar Nurul Ghufron.


Menurutnya, tidak mungkin puluhan pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos dan dinonaktifkan tersebut karena permasalahan Taliban.


“Bahkan kalau mau ditelisik, dari 57 itu sekali lagi bukan hanya muslim, ada banyak non-muslim. Jadi enggak mungkin kemudian dikatakan Taliban,” kata Nurul Ghufron. [Democrazy/kgw]