Ini Hasil Dialog Anies dengan Warga yang Protes Soal Masjid At Tabayyun | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 27 Agustus 2021

Ini Hasil Dialog Anies dengan Warga yang Protes Soal Masjid At Tabayyun

Ini Hasil Dialog Anies dengan Warga yang Protes Soal Masjid At Tabayyun

Ini Hasil Dialog Anies dengan Warga yang Protes Soal Masjid At Tabayyun

DEMOCRAZY.ID - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat berdialog dengan warga yang memprotes pembangunan Masjid At Tabayyun, Jakarta Barat. 


Warga bertanya terkait alasan Masjid At Tabayyun dibangun di lokasi sekarang.


Dialog itu terjadi di depan tenda yang terletak di lokasi pembangunan Masjid At Tabayyun, Meruya, Jakarta Barat, Jumat (27/8/2021). 


Warga menyampaikan keberatannya kepada Anies.


"Lokasi SSI yang untuk pembangunan tempat ibadah itu sebetulnya sudah ada 250 meter dari sini di pinggir jalan. Kita juga nggak pernah tahu kenapa alasan akhirnya pembangunan RTH di sini. Jadi itulah yang menjadi seperti ini, ini yang mau saya tanyakan ke Bapak kenapa RTH ini tiba-tiba muncul SK gubernur, sementara lahan ini bermodal H2. Sementara H2 ini tidak boleh dialihfungsikan, jadi kami warga di sini keberatan," ujar Ketua RT 03 RW 10 Susanto.


Anies lantas menjawab keberatan warga tersebut. Anies bicara soal proses hukum.


"Kalau sudah digugat, kita ikuti proses hukumnya. Kalau sudah proses gugatan, kalau udah proses gugatan, maka kita hormati putusan pengadilan. Justru kita juga kaget, Pak, hingga saat ini kan belum ada putusan pengadilan," ujar Anies.


Pernyataan itu kemudian dibalas lagi oleh Susanto. 


Dia mengeluhkan audiensi yang tidak pernah direspons.


"Kenapa kita mengajukan gugatan karena hingga kini belum ada jawaban dari Bapak. Kita minta audiensi dari pihak Pemprov DKI sampai sekarang pun tidak pernah diladeni," imbuh Susanto.


Anies kembali menegaskan soal proses hukum. Dia juga berbicara soal upaya penyelesaian dengan musyawarah.


"Kita menghormati proses hukum karena sekarang udah jadi proses hukum dan di pengadilan sudah ada intervensi, biarkan itu berproses, maka kita hormati. Nanti hasilnya kan begitu ya kira-kira. Kalau itu belum jadi proses pengadilan, kita ngobrol dan kita selesaikan dengan musyawarah. Tapi karena sekarang sudah menjadi proses hukum, apa pun obrolan kita, keputusan nanti akan ada di tangan hakim," ujar Anies.


"Berarti apa pun putusan hakim nanti Bapak tidak masalah, ya?" balas Susanto.


"Cuma kita semua mengikuti proses hukum," jawab Anies.


Setelah itu, Susanto menyampaikan keinginan warga untuk bertemu dengan Anies. Mantan Mendikbud itu pun menyanggupinya.


"Mungkin kita akan ngobrolin hal ini ke depannya seperti apa, kita nggak mau karena harusnya tempat ibadah itu kan nanti gimana. Kalau Bapak berkenan, Bapak berikan slot untuk kita bertemu Bapak," ujar Susanto.


"Nanti kita ngobrol, tapi kalau sudah masuk wilayah pengadilan, kita hormati proses. Kalau ada hal lain yang harus dibahas, ya dengan senang hati ya," jawab Anies.


Dalam kesempatan itu, sejumlah warga sempat berfoto dengan Anies. Mereka semua tampak memakai masker. [Democrazy/dtk]