Ini Alasan Dahlan Iskan Pilih Vaksin Nusantara Meski Belum Dapat Izin Edar BPOM | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 27 Agustus 2021

Ini Alasan Dahlan Iskan Pilih Vaksin Nusantara Meski Belum Dapat Izin Edar BPOM

Ini Alasan Dahlan Iskan Pilih Vaksin Nusantara Meski Belum Dapat Izin Edar BPOM

Ini Alasan Dahlan Iskan Pilih Vaksin Nusantara Meski Belum Dapat Izin Edar BPOM

DEMOCRAZY.ID - Vaksin Nusantara belakangan disorot publik lantaran tak kunjung mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


Kendati demikian, Kementerian Kesehatan sendiri telah memberi akses pada masyarakat yang berminat diimunisasi menggunakan Vaksin Nusantara.


"Sambil menunggu proses uji klinis ini, Vaksin Nusantara sudah bisa diakses masyarakat," ujar Siti saat On Air di Radio 107,5 PRFM News Channel, Rabu 25 Agustus 2021 malam.


Sejumlah tokoh juga diketahui sudah menjatuhkan pilihan pada Vaksin Nusantara, salah satunya Dahlan Iskan.


Hal itu kembali diungkit oleh Dahlan Iskan saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Karni Ilyas Club.


Mantan Menteri BUMN ini mengaku sempat bertanya-tanya apa efek samping dari penggunaan Vaksin Nusantara sebelum dirinya menyetujui untuk disuntik.


"Nomor satu, ini bahaya apa tidak? Bisa membuat mati gak vaksin ini? Ketika tanya Vaksin Nusantara bikin mati enggak, pasti tidak jawabnya. Kenapa? pada dasarnya karena dari darah sendiri," ujarnya sebagaimana dikutip pada Jumat, 27 Agustus 2021.


Kemudian Dahlan Iskan juga bertekad untuk berpartisipasi mendorong kemajuan ilmu pengetahuan tanah air sehingga mendukung penuh kehadiran Vaksin Nusantara.


"Karena yang penting kemajuan ilmu pengetahuan. Saya tekadkan badan saya untuk kemajuan ilmu pengetahuan. Jadi kalau ada seseorang menemukan sesuatu kepentingan kesehatan, sementara tak membahayakan, meski baik atau tidak belum tahu. Kalau baik, yang penting untuk kesehatan," katanya.


Oleh karena alasan-alasan tersebut, Dahlan Iskan tak ragu mendapat vaksin yang digagas oleh Terawan Agus Putranto.


"Ya terus terang, saya ini bukan dokter. Saya juga bukan ilmuwan. Saya hanya pakai logika-logika saja. Dan menurut saya logika itu masuk, ya sudah," ujarnya.


Setelah disuntik, Dahlan membuktikan bahwa vaksin tersebut aman bagi tubuhnya.


"Ternyata memang tidak membuat mati dan tidak sakit," ucapnya. [Democrazy/pkr]