Gegara Hal Ini, Mendag Diduga Mau Lestarikan Mafia Kesehatan | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 11 Agustus 2021

Gegara Hal Ini, Mendag Diduga Mau Lestarikan Mafia Kesehatan

Gegara Hal Ini, Mendag Diduga Mau Lestarikan Mafia Kesehatan

Gegara Hal Ini, Mendag Diduga Mau Lestarikan Mafia Kesehatan

DEMOCRAZY.ID - Penggiat media sosial, Denny Siregar menyampaikan kritik keras ke pemerintah khususnya Kementerian Perdagangan.


Hal itu lantaran pernyataan Menteri Perdagangan M Lutfi terkait harus ada tes PCR atau Swab test  jika ingin masuk mall. 


Menjadi keresahan, lantaran masyarakat yang sudah disuntik vaksin dua kali, tetap diharuskan mengantongi tes negatif PCR atau Swab antigen.


Denny Siregar pun khawatir jika kebijakan itu bukannya membuat ekonomi bisa pulih. Tapi malah melestarikan mafia kesehatan.


“Apaan sih pak @Kemendag ? Ini mau menyehatkan perekonomian, atau mau melestarikan mafia kesehatan ??” Tulis Denny Siregar lewat Cuitannya di Twitter, 10 Agustus 2021.


Sebelumnya, Menteri Perdagangan M Lutfi menyebutkan, tes negatif PCR dan atau Swab Antigen ikut menjadi syarat masuk mal. Hal ini diungkapkannya dalam kunjungan ke Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.


Menurutnya, dengan penggunaan PCR atau Swab Antigen bisa meyakinkan pengelola mal bahwa yang berkunjung adalah orang yang sehat.


“Kalau saya sih pakai PCR masuknya tadi. Jadi sudah vaksin dua kali, pakai PCR dan atau Antigen. Kan kalau mau leluasa ya dia mesti pakai Antigen, jadi sekarang ini persyaratannya vaksin, dan PCR dan atau Antigen baru bisa masuk mal,” ungkap Lutfi kepada wartawan, di Mal Kota Kasablanka, Selasa 10 Agustus 2022.


Lutfi mengatakan bila tidak ingin atau keberatan melakukan tes Antigen maka tidak usah ke mal. 


Masyarakat bisa berbelanja di pasar rakyat, di sana menurut Lutfi tak perlu syarat-syarat khusus.


“Kalau nggak (mau), ya boleh ke pasar rakyat. Ke pasar rakyat nggak perlu antigen, nggak mesti PCR, nggak mesti vaksin. Silakan masuk aja ke pasar rakyat. Kalau mau pakai AC mesti keluarkan uang untuk Antigen.


Jadi vaksinasi, PCR, dan atau Antigen. PCR bisa dua hari, Antigen sehari saja,” ungkapnya.


Sementara itu, menurut Wakil Gubernur Achmad Riza Patria, Pemprov DKI Jakarta akan mengikuti aturan Kementerian Dalam Negeri mengenai masalah protokol kesehatan di mal.


“Tentu ada aturan dari kementerian dalam negeri yang kami ikuti, nanti dinas terkait akan jelaskan lebih detail,” kata Riza.


Sementara itu, dari hasil percobaan detikcom masuk ke dua mal hari ini. 


Tak ada sama sekali syarat PCR dan atau Antigen seperti yang diungkapkan oleh Lutfi.


Di Mal Artha Gading dan Mal Kota Kasablanka hanya meminta pengunjung untuk melakukan check in saat masuk dan check out saat keluar lewat aplikasi Peduli Lindungi. 


Di sisi lain, petugas akan meminta pengunjung memperlihatkan sertifikat vaksinnya. [Democrazy/dtk]