Fraksi PKS Minta Puan Maharani Cari Cara Hilangkan Anggapan 'DPR Terburuk Sepanjang Sejarah' | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 24 Agustus 2021

Fraksi PKS Minta Puan Maharani Cari Cara Hilangkan Anggapan 'DPR Terburuk Sepanjang Sejarah'

Fraksi PKS Minta Puan Maharani Cari Cara Hilangkan Anggapan 'DPR Terburuk Sepanjang Sejarah'

Fraksi PKS Minta Puan Maharani Cari Cara Hilangkan Anggapan 'DPR Terburuk Sepanjang Sejarah'

DEMOCRAZY.ID - Politikus PKS, Slamet, menyoroti kinerja internal DPR RI. 


Sebab, menurutnya, tingkat kepuasan publik atas kinerja DPR saat ini hanya 15 persen.


"Kita telah mendapat sorotan yang luar biasa, tingkat kepuasan publik kita hanya 15 persen," kata Slamet, saat memberikan interupsi dalam rapat paripurna DPR, Selasa (24/8/2021).


Anggota Komisi IV ini merasa khawatir rendahnya tingkat kepuasan publik terhadap DPR itu dapat menjadikan DPR periode ini sebagai yang terburuk. 


Untuk itu, dia meminta Ketua DPR Puan Maharani serta pimpinan lainnya menjawab sorotan publik dengan kerja produktivitas.


"Dan ini di media sudah kita sampaikan dan kita semua paham bahwa kita seolah-olah menjadi terburuk di dalam sejarah parlemen. Oleh karena itu, dibandingkan di periode sebelumnya di dua tahun pertama kita hanya menyelesaikan 4 RUU yang ada," kata Slamet.


"Oleh karena itu, kami mohon kepada ibu ketua dan peserta pimpinan yang lain untuk kemudian bagaimana isu yang ada hari ini bisa kita jawab dengan kerja kerja produktivitas," lanjutnya.


Slamet meminta Puan mendorong semua pekerjaan rumah DPR saat ini. 


Dia yakin, dengan kerja produktif, DPR periode ini akan menjadi lebih baik dibanding periode lain.


"Saya yakin dengan kepemimpinan Ibu Puan, insyaallah DPR periode ini tidak akan tercatat jadi DPR paling tidak produktif di antara yang lain. Saya pikir masih ada waktu untuk kita meningkatkan performa internal kita sehingga perlu didorong untuk kemudian seluruh program legislasi segera dilaksanakan di seluruh AKD yang ada," tuturnya.


Untuk diketahui, DPR hari ini menggelar rapat paripurna ke-3 masa persidangan 2021-2022. 


Dengan agenda rapur, tanggapan pemerintah atas pandangan seluruh fraksi di DPR mengenai RUU APBN 2022. [Democrazy/dtk]