Duh! Ormas PP dan GMBI Terlibat Bentrok di Gombong Kebumen, Markas & Lima Mobil Anggota Rusak Parah | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 24 Agustus 2021

Duh! Ormas PP dan GMBI Terlibat Bentrok di Gombong Kebumen, Markas & Lima Mobil Anggota Rusak Parah

Duh! Ormas PP dan GMBI Terlibat Bentrok di Gombong Kebumen, Markas & Lima Mobil Anggota Rusak Parah

Duh! Ormas PP dan GMBI Terlibat Bentrok di Gombong Kebumen, Markas & Lima Mobil Anggota Rusak Parah

DEMOCRAZY.ID - Keributan terjadi antara organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila (PP) dengan LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di daerah Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, Senin (23/8/2021).


Dalam video yang beredar di media sosial, tampak sejumlah anggota PP mendatangi markas GMBI dan merusak markas serta kurang lebih lima mobil milik anggota GMBI yang terparkir di depan markas.


Anggota yang mengenakan seragam PP itu naik ke atas mobil anggota serta memecahkan seluruh kaca mobil dan kaca jendela markas GMBI.


Sementara itu Kapolres Kebumen, AKBP Piter Yanottama mengatakan bahwa adapun pemicu keributan tersebut diduga karena adanya gesekan hingga saling pukul antara anggota PP dengan seseorang seminggu yang lalu. 


Kemudian GMBI menawarkan jasa pendamping hukum terhadap orang tersebut. 


"Pemicunya sebenarnya beberapa hari lalu ada gesekan tapi sebenarnya bukan PP dengan GMBI, tapi PP dengan seseorang dan terjadi saling pukul. Kemudian dari GMBI menawarkan jasa pendampingan hukum terhadap orang tersebut," kata Piter kepada wartawan, Selasa (24/8/2021).


Piter menambahkan, hingga kini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. 


Lima mobil yang dirusak telah dievakuasi dan diamankan di Mapolres Kebumen. 


Polisi juga mengamankan 80 orang yang terlibat bentrok untuk diperiksa. 


"Atas kejadian itu, kemudian kami merespons dengan cepat, kami melakukan penangkapan mengamankan sekitar 80 orang anggota ormas Pemuda Pancasila yang kemudian kami bawa ke Mapolres Kebumen untuk kami lakukan identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut," sambung Piter. [Democrazy/trb]