Duga Ada Pihak Khusus Bekingi TKA China di Indonesia, Fadli Zon: Seolah Kita Dibuat Tak Berdaya Menghadapi Mereka | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 11 Agustus 2021

Duga Ada Pihak Khusus Bekingi TKA China di Indonesia, Fadli Zon: Seolah Kita Dibuat Tak Berdaya Menghadapi Mereka

Duga Ada Pihak Khusus Bekingi TKA China di Indonesia, Fadli Zon: Seolah Kita Dibuat Tak Berdaya Menghadapi Mereka

Duga Ada Pihak Khusus Bekingi China di Indonesia, Fadli Zon: Seolah Kita Dibuat Tak Berdaya Menghadapi Mereka

DEMOCRAZY.ID - Politisi Partai Gerindra, Fadli ZOn blak-blakan menyoal tenaga kerja asing (TKA) China yang masuk ke Indonesia khususnya di masa PPKM Level 4.


Fadli Zon menyebut sudah berkali-kali diprotes, dikritik, dan dikecam oleh berbagai pihak, baik yang oposisi maupun pendukung pemerintah.


"Kali ini datang lagi di tengah PPKM Level 4 pada tanggal 7 Agustus 2021 masuk 34 TKA dari China dan seperti biasa selalu keimigrasian kita melakukan pembelaan bahwa ini sudah sesuai dengan prosedur," katanya di Channel YouTube Fadli Zon Official yang diunggah Rabu, 11 Agustus 2021.


Kata dia, persoalannya adalah ketika masyarakat hampir semua kegiatannya dibatasi, bisa-bisanya TKA China melenggang dengan 'karpet merah' masuk ke Indonesia dan bekerja di Indonesia.


"Sementara buruh kita, warga kita banyak yang sedang di PHK membutuhkan pekerjaan, tapi TKA China tetap masuk ke Indonesia dalam keadaan apapun," imbuhnya.


"Dalam keadaan PPKM Darurat, PPKM Level 4, bahkan jauh sebelum ada PPKM ini," sambungnya.


Menurut dia, seperti ada keistimewaan tersendiri terhadap TKA China.


"Pasti ada bekingnya, ada yang melindunginya," ujarnya.


Sebab, lanjutnya, setiap kali TKA China datang selalu ada pernyataan bahwa mereka masuk seusai dengan prosedur.


"Sudah disesuaikan apa yang menjadi persayaratan, sudah mengikuti segala macam aturan, dan lain-lain," sebutnya.


Menurut Fadli Zon, hal itu memberikan pesan yang salah kepada masayarkat dan bisa membuat masyarakat semkain tidak percaya pada pemerintah.


"Karena semua masyarakat kegiatannya dibatasi, kegiatan di kantor dibatasi, sehingga oarang berkegiatan di rumah atau work from home," tuturnya.


"Sekolah tidak bisa tatap muka, sehingga harus sekolah dari rumah juga, school from home," tambahnya.


Kemudian, lanjut dia, kegiatan kegiatan lain yang non esensial dan non kritikal ikut dibatasi. Jalan-jalan dibatasi, diblokade dengan kendaraan militer, hingga ditanya surat menyurat.


"Sehingga praktis banyak masyarakat yang tidak leluasa dan tidak bebas dan ini kita pahami sebagai upaya untuk mengendalikan pandemi Covid-19 terutama varian delta yang luar biasa mudah untuk menular di tengah masyarakat," ujarnya.


Selain itu, banyak juga yang hidup dari penghasilan harian menyerah dan mengibarkan bendera putih.


"Tapi tetap saja TKA China masuk dengan leluasa, Ini yang saya heran dan kita seperti dibikin tidak berdaya menghadapinya, siapa sebetulnya beking di belakang TKA China," tandasnya. [Democrazy/dtk]