Dua Satpol PP Pamekasan Terlibat Cekcok & Perkelahian, Penyebabnya Ternyata Sepele Banget | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 19 Agustus 2021

Dua Satpol PP Pamekasan Terlibat Cekcok & Perkelahian, Penyebabnya Ternyata Sepele Banget

Dua Satpol PP Pamekasan Terlibat Cekcok & Perkelahian, Penyebabnya Ternyata Sepele Banget

Dua Satpol PP Pamekasan Terlibat Cekcok & Perkelahian, Penyebabnya Ternyata Sepele Banget

DEMOCRAZY.ID - Dua anggota Satpol PP Pamekasan dikabarkan sempat bersitegang hingga berkelahi. 


Gara-garanya sepele, berebut nasi kotak.


Kasatpol PP Pamekasan Ahmad Kusairi mengatakan peristiwa itu terjadi usai Upacara 17 Agustus 2021 di Pendopo Bupati Pamekasan. 


Namun, Kusairi mengatakan kejadian itu tidak sampai baku hantam, hanya cek-cok saja.


"Ndak benar kalau sampai adu jotos. Dari penyidikan, keduanya sudah sepakat damai, saat kejadian hanya cekcok saja bersitegang gak sampai pukul-pukulan," ujar Kusairi, Kamis (19/8/2021).


Kusairi menjelaskan dua anggota Satpol PP yang bersitegang itu adalah T dan I. 


Awalnya, usai upacara bendera 17 Agustus di Pendopo Bupati Pamekasan, kedua anggota Satpol PP tersebut berswafoto.


"Jadi ada petugas yang membagikan nasi kotak, nah nasi kotak itu sudah dititipkan ke teman (anggota Satpol PP). Nah salah satu yang bersitegang itu habis foto-foto minta nasi kotak ke petugas, namun dibilang sudah dititipkan ke temannya," terangnya.


"Karena itu, dia menagih ke temannya, ternyata nasi kotak hanya diberi dua, padahal orangnya tiga. Akhirnya, mungkin karena capek ya, karena semalam ada renungan juga, jadi agak panas," sambungnya.


"Saya kebetulan gak di sana, tapi dari laporan, tidak ada itu baku hantam. Keduanya juga sudah kami mintai keterangan, dan penyidikan, hasilnya tidak ada baku hantam. Keduanya sepakat damai," lanjutnya.


Kusairi mengaku tidak mengetahui, siapa yang akhirnya melerai kedua anggota Satpol PP yang bersitegang tersebut. 


"Saya tidak tahu, siapa yang melerai apa tentara atau siapa. Yang jelas, tidak ada baku hantam," imbuhnya.


Kusairi juga menyatakan, pihaknya meminta maaf atas kejadian tersebut. Apalagi, sampai membuat heboh.


"Saya atas nama Satpol PP saya minta maaf atas anggota sudah bikin rame. Ke depan, kritik saran untuk kemajuan kabupaten. Dengan kejadian kemarin, kita intropeksi diri. Kita harus proporsionalisme, tetap melayani dengaan baik," tandas Kusairi. [Democrazy/dtk]