Diplomat Nigeria Dapat Perlakuan Brutal dari Petugas Imigrasi, Elite Gerindra: Beda dengan TKA China | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 11 Agustus 2021

Diplomat Nigeria Dapat Perlakuan Brutal dari Petugas Imigrasi, Elite Gerindra: Beda dengan TKA China

Diplomat Nigeria Dapat Perlakuan Brutal dari Petugas Imigrasi, Elite Gerindra: Beda dengan TKA China

Diplomat Nigeria Dapat Perlakuan Brutal dari Petugas Imigrasi, Elite Gerindra: Beda dengan TKA China

DEMOCRAZY.ID - Politikus Partai Gerindra Fadli Zon kritisi oknum petugas Imigrasi yang bersikap brutal pada diplomat Nigeria.


Bahkan Fadli mengatakan petugas Imigrasi yang bersikap brutal tersebut harus ditindak juga dengan dipecat.


Sebelumnya beredar video di media sosial yang menunjukkan penganiayaan WNA Nigeria, diduga dilakukan petugas Imigrasi Jakarta Selatan.


Dalam rekaman video yang diunggah akun Facebook United States of Africa terlihat petugas mendorong kepala WNA berkulit hitam itu ke jok mobil.


Bahkan, leher diplomat Nigeria itu ditekan oleh dua pelaku ke kursi mobil hingga ia berteriak 'I can’t breathe' (saya tidak bisa bernapas) dan 'My neck' (leherku) beberapa kali.


Menanggapi hal tersebut, Fadli meminta petugas imigrasi tersebut ditindak dan dipecat. Sebab tingkahnya yang kasar merusak hubungan antara Indonesia dan Nigeria.


Hal tersebut ia sampaikan melalui akun media sosial Twitter @fadlizon pada Rabu 11 Agustus 2021.


"Gara2 sikap brutal oknum petugas imigrasi Indonesia thd diplomat Nigeria, hubungan kedua negara jd rusak," kata Fadli Zon yang dikutip pada Rabu, 11 Agustus 2021.


Anggota DPR RI ini pun meminta petugas Imigrasi itu dievaluasi, ditindak, dan dipecat.


"Sikap brutal n barbar petugas Imigrasi ini harus jd evaluasi. Oknum harus ditindak dipecat," tegas Fadli.


Politikus Partai Gerindra itu juga merasa aneh karena perlakuan petugas imigrasi kepada para TKA China berbeda.


Fadli membandingkan WNA asal Nigeria tersebut yang diperlakukan brutal, sementara TKA China diperbolehkan masuk.


"Anehnya kalau pd TKA Cina perlakuannya berbeda. Ada apa?" tanya Fadli yang menautkan cuitannya pada akun media sosial Twitter resmi milik Kemenkumham RI dan Kemenlu RI.


Menanggapi peristiwa tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI DKI Jakarta, Ibnu Chuldun mengatakan  WNA asal Nigeria tersebut telah bertindak arogan dan lebih dulu melakukan pemukulan terhadap petugas Imigrasi.


"Justru WNA asal Nigeria itu yang melakukan pemukulan terhadap petugas kami saat dalam perjalanan ke kantor imigrasi," kata Ibnu Chuldun.


"Yang bersangkutan dibawa ke kantor karena bersikap tidak kooperatif dengan menghardik petugas yang melakukan pemeriksaan dokumen dan malah menantang untuk ditahan,” papar Ibnu Chuldun. [Democrazy/sgl]