Demokrasi Era Jokowi Dianggap Paling Buruk, Rocky Gerung: Rakyat Hanya Inginkan Presiden Mundur! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 20 Agustus 2021

Demokrasi Era Jokowi Dianggap Paling Buruk, Rocky Gerung: Rakyat Hanya Inginkan Presiden Mundur!

Demokrasi Era Jokowi Dianggap Paling Buruk, Rocky Gerung: Rakyat Hanya Inginkan Presiden Mundur!

Demokrasi Era Jokowi Dianggap Paling Buruk, Rocky Gerung: Rakyat Hanya Inginkan Presiden Mundur!

DEMOCRAZY.ID - Majalah The Economist menulis laporan yang menyebut demokrasi semakin dilemahkan di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Laporan The Economist yang bertajuk 'Presiden Indonesia menjanjikan reformasi tapi dia sendiri yang berubah' itu dikeluarkan pada Jumat, Jumat (20/8/2021). 


Terselip tulisan juga di bawahnya yang menyatakan demokrasi di Indonesia semakin dilemahkan di era Jokowi.


Tulisan itu diawali dengan ulasan soal tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai KPK. 


Pertanyaan di TWK KPK seperti setuju atau tidak setuju homoseksual diberi hukuman fisik dinilai sangat aneh. 


Akhirnya 75 orang dinyatakan tak lolos TWK KPK dan beberapa di antaranya diputuskan diberhentikan. 


Beberapa di antara mereka bahkan merupakan penyidik terbaik yang dimiliki lembaga antirasuah tersebut.


Pengamat politik Rocky Gerung blak-blakan menyebut pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) gagal menghasilkan demokrasi.


Rocky Gerung menyebut bahwa keadaan pemerintahan saat ini kembali pada ketimpangan terhadap kekuasaan.


“Kita ini jadi bingung kekuasaan ini maunya apa, mengatakan tidak tersinggung dengan kritik tapi membrangus pikiran kritis,” ungkap Rocky Gerung seperti dikutip dalam Youtube Rocky Gerung Official pada 20 Agustus 2021.


Pemerintahan era Jokowi ini dinilai sebagai pemerintah yang anti kritik, padahal Presiden Jokowi sempat mengatakan bahwa dirinya selalu siap sedia untuk menerima kritik dan saran dari masyarakat.


Akan tetapi, kenyataanya di lapangan justru berbanding terbalik. 


Seperti halnya pada kasus mural 404: Not Found yang sempat viral di media sosial yang memperlihatkan wajah Presiden Jokowi ditulisi 404: Not Found.


Tak lama setelah viral, mural tersebut langsung dihapus oleh aparat. Bahkan, pembuat mural sampai diburu oleh polisi.


Tak hanya itu, staf khusus Presiden Jokowi bahkan mengatakan bahwa pembuatan mural Jokowi 404: Not Found melanggar hukum.


“Soal-soal semacam ini yang membuat freedom itu akhirnya jadi ukuran utama dalam kegagalan Presiden Jokowi,” ucap Rocky Gerung.


Rocky Gerung juga mengatakan bahwa demokrasi dari awal tahun 2014 sejak Jokowi menjabat merupakan demokrasi yang paling buruk.


Seperti dipaparkan dalam sebuah data dalam Youtube Rocky Gerung Official, indeks demokrasi Indonesia saat ini bahkan menduduki peringkat ke-64 dari 167 negara di dunia. 


Di wilayah ASEAN sendiri, Indonesia menduduki peringkat 4 dan masih berada dibawah Filipina dan Timor Leste.


“Survei yang sama juga menunjukkan bahwa Indonesia dari 2014 sampai sekarang ini yang paling buruk,” ucap Rocky Gerung.


Rocky Gerung bahkan menyebut bahwa saat ini Indonesia berbahaya secara medis karena pandemi yang tidak bisa teratasi, serta berbahaya secara demokrasi.


Demokrasi yang memburuk sejak tahun 2014 yang dimana merupakan pemerintahan era Jokowi ini disebut dapat membuat Indonesia berhenti sebagai sumber pasar dari China.


Buruknya demokrasi sekarang ini bahkan membuat pemerintahan Jokowi dinilai telah gagal. Rocky Gerung bahkan menyebut bahwa Presiden Jokowi hanya dipilih untuk memerosotkan demokrasi.


“Jokowi dipilih di 2014 untuk memerosotkan demokrasi,” ungkap Rocky Gerung.


Menurutnya, merosotnya indeks demokrasi era Jokowi ini disebut berawal dari beberapa kebohongan-kebohongan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi sejak 2014.


Rocky Gerung bahkan berpendapat bahwa saat ini Internasional bahkan mulai enggan untuk memperdulikan lagi potensi Indoensia untuk maju.


“Karena ini menggangu politik, mengganggu demokrasi, gak ada negara di dunia yang mau Indonesia turun terus indeks demokrasinya lalu berubah jadi negara otoriter, karena itu juga internasional menganggap bahwa Presiden selalu mempromosikan bahwa Indonesia akan berubah,” jelas Rocky Gerung.


“Padahal yang diinginkan rakyat Presidennya yang berubah, berubah yang paling bagus adalah mundur,” sambungnya.


Lanjutnya, merosotnya indeks demokrasi di era Jokowi ini dinilai sebagai pemerintahan yang gagal dan istana sudah tidak mampu lagi mengkonsolidasikan idenya. [Democrazy/dtr]