Dahlan Iskan Bongkar Identitas 'Si Cantik' yang Meminjami Uang Rp3 Miliar ke Anak Akidi Tio | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 05 Agustus 2021

Dahlan Iskan Bongkar Identitas 'Si Cantik' yang Meminjami Uang Rp3 Miliar ke Anak Akidi Tio

Dahlan Iskan Bongkar Identitas 'Si Cantik' yang Meminjami Uang Rp3 Miliar ke Anak Akidi Tio

Dahlan Iskan Bongkar Identitas 'Si Cantik' yang Meminjami Uang Rp3 Miliar ke Anak Akidi Tio

DEMOCRAZY.ID - Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan (DI) akhirnya mengungkap identitas Si Cantik, perempuan yang meminjamkan uang Rp3 miliar kepada putri Akidi Tio, Heryanti.


Menurut Dahlan, Si Cantik adalah seorang dokter spesialis kandungan. Nama lengkapnya Siti Mirza Nuria. Biasa dipanggil ‘dokter Nur’.


Dokter Siti Mirza Nuria bertugas di rumah sakit swasta di Palembang. Ia pensiun muda dari pegawai negeri.


Putri Indonesia 1977 itu menjadi sumber utama serial tulisan Dahlan Iskan soal sumbangan keluarga Akidi Tio Rp 2 triliun.


Dahlan mengatakan, rahasia siapa Si Cantik mulai terkuak gara-gara Senin pagi lalu dr Nur ikut ke Bank Mandiri bersama polisi dan Heryanti.


Senin itu, polisi ingin membuktikan apakah Heryanti punya uang Rp 2 triliun di Bank Mandiri.


Polisi ke Bank Mandiri dengan membawa bilyet giro. Itulah bilyet yang diserahkan Heryanti tanggal 29 Juli 2021. Angka yang tertera di bilyet giro itu Rp 2.000.000.000.000.


Mantan Dirut PLN itu mengatakan, bisa saja polisi datang sendiri ke bank. Tanpa Heryanti. Toh sudah memegang bilyet giro.


“Saya tidak tahu mengapa Heryanti diajak serta,” kata Dahlan dalam tulisannya berjudul ‘Cantik 2 T’ di situs diswa.id, Kamis (5/8).


“Mungkin sekalian untuk memudahkan pemeriksaan polisi kelak. Berarti sebenarnya polisi sudah menduga bilyet giro itu kosong, tidak ada dananya,” sambungnya.


Benar saja, begitu polisi ingin mengambil uang sebanyak yang tertera di bilyet itu tidak berhasil.


“Jawaban bank: dana Heryanti tidak cukup. Hanya bank yang tahu Heryanti punya uang berapa di rekeningnyi: konon hanya Rp 30 juta,” kata Dahlan.


Menurut Dahlan, Heryanti bisa saja dijerat dengan aturan cek kosong. Tapi mungkin saja Heryanti menyerahkan bilyet giro itu karena dipaksa.


Giro itu bukan diserahkan saat upacara penyerahan sumbangan 26 Juli 2021. Itu baru diserahkan tanggal 29 Juli, tiga hari kemudian, setelah mulai heboh-heboh.


Dahlan menjelaskan, dr Nur ikut ke Bank Mandiri karena berharap uangnya yang dipinjam Heryanti Rp3 miliar bisa cair.


Ia diajak oleh Heryanti dengan iming-iming uangnya akan cair. Ia naik mobil sendiri ke bank. Sementara Heryanti ke bank bersama polisi.


Setibanya di Bank Mandiri, dr Nur melihat Heryanti tampak tenang, tidak grogi.


“Dia (Heryanti) yakin sekali. Dia tenang sekal. Kalau saya yang mengeluarkan cek (biro gilyet) seperti itu saya sudah mati berdiri,” tulis Dahlan menirukan ucapan dr Nur.


Waktu menunggu di bank dr Nur tidak sempat berbincang dengan Heryanti. Heryanti terus berbincang dengan pejabat Polda.


Pengacara Heryanti Datang ke Batam


Dokter Nur mengatakan Heryanti sempat ke Batam dua bulan lalu. 


Heryanti mengurus uang Rp 16 triliun ”milik” ayahnya.


Heryanti bertemu dengan pengacaranya di Batam. Heryanti menunggu di Batam. Pengacara Singapura yang datang ke Batam.


Pengacara itu menyerahkan dan menerima dokumen yang diperlukan.


Di Batam pula Heryanti menandatangani berkas-berkas yang diperlukan.


Kini, tingkat kepercayaan dr Nur kepada Heryanti menurun drastis. Minggu lalu dr Nur masih percaya Heryanti 70 persen. Kini, tingkat kepercayaannya ke Heryanti tersisa 20 persen.


Saldo Rekening Heryanti Tidak Cukup


Sebelumnya, Polda Sumatra Selatan memastikan bahwa saldo di rekening bilyet giro atas nama Heryanti, anak Akidi Tio, ternyata tidak cukup untuk melakukan donasi Rp2 triliun.


Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi saat jumpa pers, Selasa (3/8/2021).


Supriadi mengatakan pihaknya sudah melakukan konfirmasi dan koordinasi dengan Bank Mandiri selaku bank penarik.


“Kami dapat konfirmasi dari pihak bank bahwa saldo di rekening bilyet giro itu tidak cukup, yang ingin dicairkan itu kan Rp2 triliun. Tidak cukup,” ucap Kombes Supridi. [Democrazy/mgk]