Cokro TV Diketahui Rutin Rapat 3 Kali Sehari Buat Incar Oposisi, Rocky Gerung: Mereka 'Belum Puas' Kalau Anies Belum Ditangkap! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 09 Agustus 2021

Cokro TV Diketahui Rutin Rapat 3 Kali Sehari Buat Incar Oposisi, Rocky Gerung: Mereka 'Belum Puas' Kalau Anies Belum Ditangkap!

Cokro TV Diketahui Rutin Rapat 3 Kali Sehari Buat Incar Oposisi, Rocky Gerung: Mereka 'Belum Puas' Kalau Anies Belum Ditangkap!

Cokro TV Diketahui Rutin Rapat 3 Kali Sehari Buat Incar Oposisi, Rocky Gerung: Mereka 'Belum Puas' Kalau Anies Belum Ditangkap!

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik, Rocky Gerung mengaku mendapat bocoran bahwa kru Cokro TV rapat tiga kali sehari untuk mengincar oposisi.


Rocky juga mengatakan bahwa Cokro TV tidak akan puas sebelum Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ditangkap.


Pernyataannya itu diperoleh Terkini.id dari video berjudul “Buzzer dalam Komunitas Coro: Agendanya Pecah Belah Bangsa” tayang di Rocky Gerung Official pada Senin, 9 Agustus 2021.


Awalnya, Rocky mengatakan bahwa Cokro TV atau yang ia sebut geng coro, itu terjebak dalam satu isu tunggal.


Menurutnya, orang-orang Cokro TV tidak bisa move on bahwa PEMILU sudah selesai dan Parbowo Subianto sudah bergabung ke Pemerintahan Joko Widodo.


Mereka, lanjut Rocky, tetap menganggap bahwa bangsa ini perlu dipecah belah.


“Karena dendam-dendam bodoh ini menghasilkan ketidakmampuan berpikir tajam,” ujarnya.


Padahal, kata Rocky, hal yang paling penting di tengah pandemi ini adalah solidaritas. Namun, Cokro TV malah menambah isu agama, ras, dan sebagainya.


“Begitu virus kedunguan masuk ke dalam Cokro Community ini, coro community ini,” katanya.


Rocky menyinggung bahwa “coro” yang berarti kecoak lebih tepat disematkan kepada mereka ketimbang “cokro”.


Lebih lanjut, Rocky menanggapi soal Cokro TV yang sempat menyinggung bahwa di Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK) ada taliban.


Menurutnya, kru Cokro TV memamg bertujuan mengincar mereka yang dianggap berlawanan dengan Pemerintah.


“Jadi saya dapat bocoran, ini coro TV ini setiap hari itu rapat 3 kali sehari. Buat incer oposisi, buat ukur suhu pemanasan politik itu, berbasis SARA,” ungkapnya.


Ia melanjutkan bahwa Cokro TV memamg mengekspolitasi isu SARA secara terus-menerus


Katanya, mungkin sekali-kali mereka mengangkat isu di mana-mana mereka seolah netral.


“Tapi intinya adalah, dalilnya adalah SARA. Dan gak puas kalau Anies Baswedan, misalnya, belum ditangkap tu,” ungkapnya.


Rocky Gerung menambahkab bahwa mereka juga tidak puas jika Novel Baswedan tidak dinyatakan sebagai radikal. [Democrazy/sra]