Cerita Zulhas Bertemu Jokowi: Saya Bilang Wajahnya Lebam, Maaf Tak Bisa Bantu | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 19 Agustus 2021

Cerita Zulhas Bertemu Jokowi: Saya Bilang Wajahnya Lebam, Maaf Tak Bisa Bantu

Cerita Zulhas Bertemu Jokowi: Saya Bilang Wajahnya Lebam, Maaf Tak Bisa Bantu

Cerita Zulhas Bertemu Jokowi: Saya Bilang Wajahnya Lebam, Maaf Tak Bisa Bantu

DEMOCRAZY.ID - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan sempat bertemu dengan Presiden Jokowi. 


Ketika bertemu dengan Jokowi, Zulhas meminta maaf karena tidak bisa membantu Jokowi dalam penanganan pandemi COVID-19.


"Saya lihat Bapak [Jokowi] di TV saja. Wajah Bapak lebam-lebam. Saya minta maaf saya enggak bisa bantu. Karena itu saya doakan supaya Bapak tabah, kuat, diberikan perlindungan oleh Tuhan. Saya enggak bisa bantu," kata Zulhas ketika menyampaikan pidato kebangsaan dalam Perayaan 50 Tahun CSIS Indonesia, Kamis (19/8).


Zulhas kemudian menyampaikan pandangan terhadap penanganan pandemi kepada Jokowi. 


Ia merinci hal-hal yang sudah dilakukan pemerintah selama 1,5 tahun penanganan pandemi di Indonesia.


"Satu, dulu PSBB sekarang PPKM. PSBB atau PPKM harus diikuti vaksin. Tanpa vaksin, PSBB gagal, muncul lagi varian Delta karena vaksin kita gagal," ungkapnya.


Selain itu, Zulhas juga menyoroti pemberian bantuan kepada masyarakat yang malah dikorupsi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.


"Orang susah, orang tidak boleh kerja, warung tutup, semua nganggur, butuh perlindungan. Kan ada uangnya Rp 1.000 T lebih bisa dikirim, bisa dibantu, tapi ada yang bermain," tuturnya.


"Jadi sembako Rp 300.000 cuma dibelikan Rp 150.000. Rp 150.000 [sisanya] dibagi-bagi. Ini sudah menyangkut nyawa, anak kita, cucu kita, bangsa kita [tapi] masih ada yang seperti itu," lanjutnya.


Ia mengapresiasi dan memahami bagaimana kerja keras Jokowi selama penanganan pandemi. 


Namun dengan situasi seperti ini, ia meminta agar praktik-praktik tidak bertanggung jawab segera ditertibkan.


"Ini harus ditertibkan. Tiga saja. PPKM, vaksin, bantuan. Cepat. Jangan mikir bisnis, Pak. Ini saja ada yang berbayarlah. Oleh karena itu kita mau benahi UU kita, sistem kita bagus, dengan begitu orang enggak main-main," pungkasnya. [Democrazy/cnn]