Bukan Koruptor, Tapi Wajah Pelanggar Lalu Lintas yang Terpampang di Videotron Kota Ini | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 31 Agustus 2021

Bukan Koruptor, Tapi Wajah Pelanggar Lalu Lintas yang Terpampang di Videotron Kota Ini

Bukan Koruptor, Tapi Wajah Pelanggar Lalu Lintas yang Terpampang di Videotron Kota Ini

Bukan Koruptor, Tapi Wajah Pelanggar Lalu Lintas yang Terpampang di Videotron Kota Ini

DEMOCRAZY.ID - Hukuman sosial diberikan kepada pelanggar lalu lintas di Kota Malang. 


Wajah pelanggar akan terpampang atau tayang di videotron.


Kasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Yoppi Anggi Khrisna mengatakan, video yang ditampilkan berisi permintaan maaf para pelanggar lalu lintas. 


Penayangan akan berlangsung selama tiga hari, di sejumlah videotron yang ada di Kota Malang.


"Selain kita tayangkan di videotron selama tiga hari, video permintaan maaf pelanggar lalin juga kami tayangkan di Instagram Satlantas Polresta Malang Kota," kata Yoppi kepada wartawan, Selasa (31/8/2021).


Yoppi mengaku, ide menayangkan video permintaan maaf pelanggar lalin ini muncul pada Jumat (27/8). 


Tujuannya memberikan efek jera. Pelanggar lalu lintas agar tak mengulangi perbuatannya.


"Jadi yang biasanya kami laksanakan penilangan atau penegakan hukum (gakkum), efek jeranya kan sedikit. Kalau di-viral-kan dan ditayangkan di videotron, akan menumbuhkan rasa malu bagi pelanggar," tegas Yoppi.


Ia mengungkapkan, video para pelanggar lalin itu ditayangkan di lima videotron yang tersebar di beberapa titik Kota Malang. 


"Seperti di videotron Ramayana dan Pos Lantas Sarinah. Dan video tersebut kami tayangkan selama tiga hari di videotron," tambahnya.


Yoppi berharap, cara ini dapat menekan pelanggaran lalu lintas di Kota Malang. 


Karena dengan di-viral-kan, maka secara tidak langsung pelanggar lalu lintas akan merasa malu dengan pelanggaran yang telah dilakukan.


"Inovasi ini terus kami evaluasi, apakah berpengaruh dan berdampak positif terhadap penurunan pelanggaran lalu lintas. Namun dari pantauan kami, inovasi ini sudah berdampak terhadap penurunan pelanggaran lalu lintas di Kota Malang," pungkasnya. [Democrazy/dtk]