Bikin Geger Satu Negara, BIN Sampai Harus Turun Tangan Selidiki Akidi Tio | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 04 Agustus 2021

Bikin Geger Satu Negara, BIN Sampai Harus Turun Tangan Selidiki Akidi Tio

Bikin Geger Satu Negara, BIN Sampai Harus Turun Tangan Selidiki Akidi Tio

Bikin Geger Satu Negara, BIN Sampai Harus Turun Tangan Selidiki Akidi Tio

DEMOCRAZY.ID - Badan Intelijen Negara (BIN) akhirnya turun tangan memantau perkembangan isu terkait rencana donasi Rp2 triliun untuk penanganan covid-19 di Sumatera selatan (Sumsel) oleh keluarga mendiang Akidi Tio.


Hal tersebut dilakukan karena adanya indikasi kerugian negara yang terjadi akibat ramainya isu sumbangan 2 triliun yang diberikan oleh keluarga Akidi Tio kepada Pemprov Sumsel.


Deputi  VII BIN Wawan Hari Purwanto mengatakan telah melakukan pemantauan serta antisipasi yang dilakukan terkait dengan potensi atau kemungkinan kerugian negara yang timbul akibat isu tersebut.


Dalam tugasnya pihak kepolisian saat ini terus memproses kasus tersebut, sedangkan BIN sendiri akan terus melakukan pemantauan terhadap adanya dampak atas isu tersebut.


“Polri telah meminta keterangan kepada anak Akidi Tio, Heriyanti terkait sumbangan tersebut. BIN tetap melakukan pemantauan dan antisipasi terhadap potensi/kemungkinan kerugian negara yang mungkin timbul akibat isu tersebut,” ujar Wawan saat dikonfirmasi, Rabu (4/8/2021).


Wawan menegaskan, BIN tidak mempunyai kewenangan penangkapan baik di dalam maupun di luar negeri sebagaimana diatur dalam Pasal 30 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara.


Di sisi lain, Wawan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan spekulasi terkait isu yang terjadi karen prose penyelidikan masih tetap berlangsung.


“Semua masih proses, kita tunggu kepastian akhir tentang sumbangan tersebut. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi,” jelasnya.


BIN Mudah Turun Tangan Bongkar Sumbangan Akidi Tio


Analis Kajian Intelijen Ridlwan Habib sejauh ini memiliki perangkat-perangkat kemampuan penelusuran, terutama yang berkaitan dengan intelijen tax perpajakan. 


Mereka bisa dengan cepat, di bawah 3 sub direktorat, mengatasi permasalahan forensik digital sampai money laundry.


“Sebetulnya prosesnya tidak lama, apalagi kemampuan intelijen perpajakan. Tetapi proses itu saya yakini tidak dilakukan, karena nominalnya yang kemudian membuat orang menjadi gelap mata dalam tanda petik melupakan prosesnya,” katanya.


“Saya kira wajar-wajar saja jadi kecolongan.”


Terkait motif, tentu ini juga menjadi perhatian menarik. Karena bagaimana mungkin Heryanti Tio si anak Akidi Tio bisa tiba-tiba muncul ke publik secara simbolis menyerahkan bantuan, namun belakangan bermasalah.


“Kalau dari data yang beredar, ada laporan Polisi terhadap yang bersangkutan. Sesuai dengan keterangan narasumber Dahlan Iskan, yang belum terbayar utangnya. Kalau dilihat rekam jejaknya Heryanti nampak bermasalah.”


“Entah apakah ini jadi momentum bagi dia untuk memaksa Pemerintah membantunya. Seperti untuk ikut mengurusi adanya dana yang tersangkut di Bank Singapure. Karena dia merasa ini ada satu celah, daripada malu, maka dia harus mati-matian siapapun untuk bantu dia, semacam bergaining,” katanya lagi. [Democrazy/kmp]