Beredar Video Risma Ngamuk Gegara Ribuan Bansos Belum Tersalurkan | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Minggu, 29 Agustus 2021

Beredar Video Risma Ngamuk Gegara Ribuan Bansos Belum Tersalurkan

Beredar Video Risma Ngamuk Gegara Ribuan Bansos Belum Tersalurkan

Beredar Video Risma Ngamuk Gegara Ribuan Bansos Belum Tersalurkan

DEMOCRAZY.ID - Menteri Sosial Tri Rismaharini geram dan marah-marah saat mengetahui ada  8 ribu bansos Program Keluarga Harapan (PKH) di Jember yang belum disalurkan.


Mensos Risma juga memarahi bank BUMN yang dipercaya menyalurkan bansos tersebut. 


Dalam rakor dan sinkronisasi data penerima PKH untuk wilayah Lumajang, Jember dan Bondowoso, Risma memarahi sejumlah pihak gara-gara tidak menyalurkan bansos sejak Maret 2021.


Risma menuding bank BUMN tersebut juga tidak ikut menyalurkan bansos. Untuk membuktikan ucapannya, Risma bahkan berani bertaruh Rp100 ribu.


"Banyak sekali, ini nggak jalan ini yakin aku, kalau jalan nggak mungkin segitu, nggak jalan, sudahlah percaya omonganku. Ayo taruhan ini, ayo taruhan Rp 100 ribu," kata Risma, Sabtu (28/8/2021).


"Nggak jalan ini, masak 3 ribu sama 5 ribu (Yang belum tersalur), kalau jalan nggak mungkin sebesar itu, makanya aku turun ke sini," tambahnya.


Risma pun meminta pimpinan bank Mandiri agar menegur anak buahnya di Jember supaya penyaluran bansos bisa segera dilakukan.


"Tolonglah ditegur, kalau nggak ada reward and punishment gimana. Itu tinggi sekali, saya kemarin di Bandung saya pikir tinggi 5 ribu, ini 8 ribu totalnya," ujar Risma.


Risma bahkan menyindir bank BUMN tersebut bisa amblas jika para orang miskin yang haknya ditahan berdoa bersama-sama.


"Ini masalahnya punyanya orang miskin. Kalau mereka doa bersama orang miskin itu kompak doa bareng, amblas itu bank, percaya omonganku. Ini doanya orang miskin tolonglah. Mana pak? Kasih peringatan pak, bapak saya kasih peringatan, bapak kasih peringatan ke cabang, apa masalahnya," ungkapnya.


Risma dengan tegas mengatakan jika memang pihak bank sudah tidak sanggup menyalurkan bansos, maka dia akan mencari yang lain.


"Tapi ini sudah bulan apa, itu lho Maret, kalau ngomong gitu ya bisa saya. Pasti nggak ngapa-ngapain itu, ayo taruhan. Tolong lah, sudah kalau ngomong nggak sanggup, nggak siap, mundur saya carikan yang lain," ancam Risma.


Sementara itu, pihak bank beralasan penyaluran 8 ribu bansos terkendala oleh migrasi antar bank.


"Sebelumnya ditangani bank lain bu, sehingga proses butuh proses migrasi," kata pejabat perbankan itu.


Sementara itu, 3 ribu penerima bansos PKH belum menerima haknya karena kartunya belum diambil. 


Mendengar jawaban itu, Mensos Risma semakin marah.




“Anda tidak pernah merasakan kan, bahwa ketika seorang anak yang menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal covid, lalu besok dia kesusahan makan,” tegas Risma.


Menurut Risma, sistem birokrasi di bank menghambat penyaluran bansos, bahkan terkesan mengulur-ulur. 


Padahal, tim Kemensos sudah bekerja keras agar dana masuk ke bank sesuai jadwal. Namun, pada akhirnya bank tidak menyalurkan.


Risma mengatakan penguluran penyaluran bantuan oleh bank bisa berbahaya, karena jika tidak dicairkan hingga beberapa minggu ke depan, maka bantuan bisa hangus.


“Anda yang tanggung jawab, kalau itu sampai tidak bisa dicairkan. Itu kalau ribuan orang (yang belum dapat bantuan) berdoa semua, bisa hancur kalian semua,” tutur Risma.


Risma menganggap tindakan bank tersebut bagaikan sengaja menyusahkan rakyat kecil di tengah pandemi. 


Apalagi pemerintah terus dituding tidak menyalurkan bantuan, padahal kendalanya di bank.


“Saya tiap hari baca di media, orang fakir miskin yang tidak tersentuh bantuan. Padahal pagunya ada. Kita terus yang disalahkan. Padahal, tidak semua orang di Kemensos itu pencuri,” tegas Risma.


Risma pun memberi batas waktu hingga Selasa (31/8) agar kartu tersebut segera disalurkan.


"Pak bupati nanti saya minta tolong agar penyaluran bisa dipusatkan di Pendopo (Kabupaten). Sampai hari Selasa," ujar Risma. [Democrazy/skp]