Banyak Warga Pingsan Desak-desakan Vaksinasi Massal, Dokter Eva: Targetnya Itu Rakyat Sehat atau Rakyat Tervaksin? | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 30 Agustus 2021

Banyak Warga Pingsan Desak-desakan Vaksinasi Massal, Dokter Eva: Targetnya Itu Rakyat Sehat atau Rakyat Tervaksin?

Banyak Warga Pingsan Desak-desakan Vaksinasi Massal, Dokter Eva: Targetnya Itu Rakyat Sehat atau Rakyat Tervaksin?

Banyak Warga Pingsan Desak-desakan Vaksinasi Massal, Dokter Eva: Targetnya Itu Rakyat Sehat atau Rakyat Tervaksin?

DEMOCRAZY.ID - Ketua Dokter Indonesia Bersatu, dokter Eva Sri Diana Chaniago mengaku miris melihat seorang perempuan pingsan akibat berdesak-desakan pada sebuah kegiatan vaksinasi massal.


Seperti diketahui dokter Eva ini kerap melontarkan kritikan terkait kegiatan vaksinasi massal. Soalnya kegiatan vaksinasi massal tersebut kerap menimbulkan kerumunan massa.


Ia khawatir kegiatan vaksinasi massal seperti itu justru bisa menyebabkan penyebaran Covid-19 kian tak terkendali.


Terlebih, kali ini hal tersebut menyebabkan seorang warga hingga pingsan akibat berdesak-desakan.


"Rakyat dgn berbagai alasan mengikuti layanan vaksin..berdesakan sampai pingsan begini. Miris ngelihatnya," ujar dokter ahli paru ini melalui akun Twitter @__Sridiana_3va dikutip, Senin, 30 Agustus 2021.


Terkait hal itu, ia pun mempertanyakan target pemerintah dalam program vaksinasi massal tersebuut.


"Ini targetnya rakyat sehat atau rakyat tervaksin??," ujarnya.


Hal itu dilontarkannya setelah menyaksikan sebuah video seorang warga pingsan karena berdesak-desakan saat mengikuti kegiatan vaksinasi massal di sebuah mal di Jambi, Minggu, 29 Agustus 2021. 


Warga tersebut mengikuti kegiatan vaksinasi tersebut meski telah berjubel karena khawatir tidak kebagian.


Soal target vaksin ini sebelumnya pun sempat dibahas oleh mantan Menteri Kesehatan RI, Siti Fadilah Supari. 


Ia mengaku heran program vaksinasi massal hingga harus ditarget.


"Kenapa harus ditarget-target? Dengan adanya target, program vaksin ini jadinya lebih ke arah pemaksaan," ujarnya.


Dikatakan, hal tersebut terbukti dengan adanya sertifikat vaksin. 


Sehingga untuk memasuki fasilitas umum, masyarakat harus memperlihatkan sertifikat tersebut.


Bahkan kini orang yang hendak bekerja --di perusahaan besar-- harus memiliki sertifikat vaksin atau sudah divaksin Covid-19.


Ia berharap pemerintah tidak memaksakan warganya untuk mendapatkan vaksin. 


Vaksin harus diperoleh seorang warga atas dasar kesadaran sendiri. Hal ini pun diatur dalam UU Kesehatan. Rakyat boleh memilih.


"Jangan sampai orang ditakut-takuti agar mau divaksin. Tapi ya, masyarakatnya dirangkul, dipeluk, diberi pengertian dengan baik-baik, jangan ada pemaksaan atau bahkan kekerasan," ujarnya.


Ia pun menyoroti adanya tudingan kepada orang yang tidak mendapatkan vaksin dianggap sebagai sumber penyebaran virus corona. 


"Lho, kalau sudah divaksin emang tidak bisa nyebarin virus?" tandasnya. [Democrazy/pkr]