Astaga! Sidang Paripurna DPRD Solok Ricuh, Anggota Dewan Nyaris Baku Hantam dan Lempar Asbak | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 18 Agustus 2021

Astaga! Sidang Paripurna DPRD Solok Ricuh, Anggota Dewan Nyaris Baku Hantam dan Lempar Asbak

Astaga! Sidang Paripurna DPRD Solok Ricuh, Anggota Dewan Nyaris Baku Hantam dan Lempar Asbak

Astaga! Sidang Paripurna DPRD Solok Ricuh, Anggota Dewan Nyaris Baku Hantam dan Lempar Asbak

DEMOCRAZY.ID - Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Solok berjalan ricuh, pada Rabu (18/8/2021) siang. 


Sejumlah anggota dewan nyaris terlibat baku hantam, dan lempar asbak. 


Peristiwa yang terjadi sehari usai HUT ke-76 RI itu buntut pembahasan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Solok.


Awalnya agenda sidang paripurna dibuka langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra dan dihadiri langsung oleh Bupati Solok Epyardi Asda. 



Sejak awal sidang dibuka dengan agenda penyampaian laporan hasil pembahasan Raperda RPJMD, hujan interupsi dari anggota dewan langsung mewarnai suasana sidang.


Lantaran situasi cukup panas, sidang pun terpaksa diskors selama 30 menit. 


Namun, ketika sidang kembali dibuka oleh pimpinan sidang Dodi Hendra, aksi interupsi dari anggota dewan kembali terjadi.


Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Solok Fraksi PKS, Nazar Bakri, awalnya menyampaikan pendapat melalui interupsinya. 


Setelah itu Hafni Hafis, anggota dari Fraksi Gerindra juga menyampaikan interupsi guna menyampaikan pendapatnya.




Aksi interupsi yang disampaikan oleh sejumlah anggota dewan yang terkesan secara timpal tindih itu semakin sengit. 


Interupsi sejumlah anggota dewan terkait mempersoalkan pimpinan sidang tersebut semakin memanas dan sejumlah anggota dewan tersulut emosi.


Emosi pun tak terkendali, sejumlah anggota dewan terlibat aksi saling dorong untuk memisahkan dan meredakan agar tidak terjadi aksi saling pukul.


Aksi pukul meja hingga membanting asbak rokok terlihat ikut mewarnai aksi anggota dewan di dalam ruang sidang. 


Akhirnya, sidang terpaksa kembali diskors dengan memilih melakukan rapat internal dewan. [Democrazy/bkn]