2 Atlet Ini Diselidiki IOC Usai Nekat Pakai Pin 'Partai Komunis' Saat Terima Medali Olimpiade Tokyo | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 04 Agustus 2021

2 Atlet Ini Diselidiki IOC Usai Nekat Pakai Pin 'Partai Komunis' Saat Terima Medali Olimpiade Tokyo

2 Atlet Ini Diselidiki IOC Usai Nekat Pakai Pin 'Partai Komunis' Saat Terima Medali Olimpiade Tokyo

2 Atlet Ini Diselidiki IOC Usai Pakai Pin 'Partai Komunis' Saat Terima Medali Olimpiade Tokyo

DEMOCRAZY.ID - Komite Olimpiade Internasional (IOC) tengah menyelidiki aksi atlet sepeda China Bao Shanju dan Zhong Tianshi karena mengenakan pin berlogo pendiri partai komunis Mao Zedong.


Hal itu dilakukan Bao dan Zhong saat naik ke podium kemenangan Olimpiade Tokyo 2020.


Bao dan Zong saat itu berhasil meraih medali emas di nomor balap sepeda trek beregu putri setelah finis pertama dengan catatan waktu 31,895 detik.


Ketika keduanya naik ke podium juara, Bao dan Zhong terlihat mengenakan sebuah pin bergambar simbol reformasi dan ekonomi budaya China selama 60 tahun terakhir.


Aksi Bao dan Zhong ini dianggap bertentangan dengan aturan IOC yang melarang penggunaan simbol politik di podium internasional.


Untuk itu, IOC melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif Bao dan Zhong mengenakan pin tersebut.


Menurut juru bicara IOC, Mark Adams, mengaku telah menghubungi Komite Olimpiade China setelah terjadi kejadian ini.


“Kami telah menghubungi Komite Olimpiade China, meminta laporan tentang situasinya,” ujar Adams.


IOC sendiri sebelumnya telah melonggarkan aturan terkait aksi protes di Olimpiade.


Aksi protes yang diperbolehkan adalah yang dilakukan di lapangan dan tidak mengganggu orang lain.


Sedangkan yang dilarang adalah protes yang dilakukan di podium dan akan diganjar sanksi.


Selain Bao dan Zhong, aksi protes lainnya juga terjadi di podium medali kala atlet tolak peluru Amerika Serikat Raven Saunders menyilangkan tangannya saat penyerahan medali Olimpiade Tokyo pada Minggu (1/8) WIB.


Dikutip dari AFP, Saunders yang merupakan seorang wanita berkulit hitam dan pendukung hak-hak LGBT menyilangkan tangannya sebagai aksi dukungan untuk orang-orang yang tertindas. [Democrazy/kmn]