Ustadz Yusuf Mansur Cerita Sudah Dibikinkan Makam dan Siap Digunakan, Tapi Gak Jadi Meninggal Dunia | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 23 Juli 2021

Ustadz Yusuf Mansur Cerita Sudah Dibikinkan Makam dan Siap Digunakan, Tapi Gak Jadi Meninggal Dunia

Ustadz Yusuf Mansur Cerita Sudah Dibikinkan Makam dan Siap Digunakan, Tapi Gak Jadi Meninggal Dunia

Ustadz Yusuf Mansur Cerita Sudah Dibikinkan Makam dan Siap Digunakan, Tapi Gak Jadi Meninggal Dunia

DEMOCRAZY.ID - Ustaz Yusuf Mansur kini sedang dirawat di rumah sakit kondisinya membaik. 


Nah soal penyakit, ada pengalaman yang diceritakan Ustaz Yusuf Mansur, jadi makam sudah dibikin dan siapkan tapi nggak jadi meninggal dunia. 


Pengalaman ajaib itu terjadi menurutnya berkat sebuah sedekah.


Pengalaman ini bukan Ustaz Yusuf Mansur sendiri, tapi yang merasakannya adalah sebuah keluarga yang kini menjadi sahabatnya. Gimana sih ceritanya.


Ustaz Yusuf Mansur soal Makam Sudah Disiapin


Cerita Ustaz Yusuf Mansur ini disampaikan di Pondok Pesantren Ora Aji Yogyakarta yang diasuh oleh Gus Miftah.


Yusuf Mansur dalam pengajian itu cerita soal ajaibnya sedekah. 


Sebuah keluarga sudah mengikhlaskan anggota keluarga mereka, bayi yang baru lahir, lantaran sebuah penyakit. 


Saat sudah ikhlas itu, keluarga itu mensedekahkan biaya perawatan si bayi ke ponpes. Akhirnya keajaiban terjadi.


“Jadi ada ustaz di pesantren, dia menyampaikan Ustaz Yusuf Mansur ini ada amanah sadaqah, ini katanya sisa duit rumah sakit tolong terima ya ustaz,” ujar Yusuf Mansur yang kemudian membukanya amplop itu.


Jumlahnya Rp 10 juta. Lantas Ustaz Yusuf Mansur bertanya kepada ustaz tadi, siapa gerangan yang bersedekah ini.


“Saya tanya ke Ustaz Azis, ini siapa yang ngasih. Masya Allah yang ngasih ini seorang ibu yang anaknya Insya Allah besok dikubur,” katanya dikutip dari kanal Youtube GMT Media Channel.


Pendakwah yang kerap dipanggil Ustaz YM ini bertanya dong, kapan meninggalnya sih. 


Jawaban Ustaz Aziz membuat Yusuf Mansur kaget bukan main.


“Belum (meninggal). Mau dikubur, tinggal cabut selang. Saya bingung kok belum meninggal. Jadi kakeknya (si bayi) sudah bikin makam, dihitung biaya dokter dan rumah sakit sisa 10 juta. Ya udah sisa itu disedekahkan. Umurnya masih bayi baru lahir,” ujar Ustaz Yusuf Mansur soal makam.


Nah ternyata malam selepas sedekah itu disampaikan, keajaiban di luar nalar manusia terjadi.


Jadi dini hari pukul 02.00, si ibu ayi itu datang ke rumah sakit bermaksud memberikan susu ke bayinya yang tinggal cabut selang. 


Oleh sekuriti ditahan, apa keperluannya. Kata si ibu mau jenguk anaknya. 


Sekuriti meminta si ibu datang besok pagi saja, sudah dini hari dilarang kunjungan jenguk.


Lantaran waktu kunjungan dini hari, sekuriti melarangnya. Jelas dini hari kan. 


Tapi si ibu itu terus memaksa memelas, akhirnya sekuriti membolehkan. 


Setelah ngasih minum susu, si ibu pulang dari rumah sakit.


“Besok paginya, si ibu ini diomelin dokter dan perawat. Jangan nyelonong lagi lain kali,” kata YM berkisah.


Si ibu bayi tersebut kaget dan merasa nggak salah.


“Lho emang ada apa, apa salah saya?” tanya di ibu.


Oleh petugas rumah sakit ditunjukkan saja kesalahan di ibu tadi. 


“Ibu nganterin susu jam 2 pagi,” kata pihak rumah sakit.


Jawaban si ibu kemudian bikin kaget dokter dan perawat rumah sakit.


“Saya nggak kemari kok. Saya nggak ke rumah sakit (dini hari yang dimaksud). Enggak (ke rumah sakit), saya kan ibunya,” jelas si ibu tegas membantah.


Yusuf Mansur menduga yang datang ke rumah sakit itu adalah malaikat yang merupakan bentuk keajaiban Allah SWT. 


Ajaibnya lagi belakangan di bayi itu kemudian membaik dan sembuh.


“Anak ini sembuh bukan dari obat dari bumi. Anak ini sembuh bukan dari cairan bumi yang membuatnya membaik-membaik. Usia 6 tahun asli umrah dengan saya. Neneknya ibunya jadi sahabat keluarga kami,” kata dia.


Keajaiban Lain


Nah ajaibnya sedekah dalam penyakit parah terjadi lagi. Yusuf Mansur mengatakan kejadian itu dialami paman dan bibinya yang mukim di Australia.


Suatu waktu, paman bibinya pulang ke Indonesia dan bersilaturahmi ke Yusuf Mansur. 


Bibinya bilang dia mengidap kanker stadium parah, namun dia enggak mau beroperasi. Ikhtiar bibinya adalah bertawakkal kepada Allah saja.


Kemudian belakangan ada ustaz dari Gontor di Australia yang menasehati paman bibinya, berobat itu juga bagian ibadah. 


Maka setelah itu bibinya kuatkan mental batinnya untuk operasi. Butuh waktu 2 tahun untuk benar siap yakin operasi.


“Nah selama 2 tahun itu, mereka dengerin keponakannya dari Youtube. Dengerin soal sedekah, hapalin Alquran,” kaya Yusuf Mansur.


Hari operasi tiba. Bibinya siap masuk ke ruang operasi di sebuah rumah sakit di Australia.


Berbarengan dengan bibinya masuk ruang operasi, pamannya mendapat telepon dari Tanah Air, si penelpon menawarkan mau nggak paman Yusuf Mansur itu menebus anak yang dijual, dengan tebusan Rp4 juta.


“Bismillah ditebus anak itu 4 juta, dan kemudian semua alat dipasang (bibinya di rumah sakit) itu mati. Semua listrik satu rumah sakit mati tiba-tiba,” jelasnya.


Setelah diperbaiki dan listrik nyala, keajaiban terjadi. Dokter yang mengecek ulang penyakit bibinya kaget. Kok nggak ada penyakitnya sih.


“Mereka berkeyakinan saat detik menyempurnakan sedekah, detik itu malaikatnya masuk, dan dimensi listrik itu nggak mampu terima kehadiran malaikat itu. 6 jam mati lampu, ini electrical engine fail, operasi diulang, pemeriksa bingung. Ini kemana penyakitnya, bersih,” cerita Yusuf Mansur. [Democrazy/hps]