Tuai Beragam Kritik soal Penanganan Pandemi, Luhut: Kalian Tidak Tahu Sulitnya Mengatasi Ini | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 21 Juli 2021

Tuai Beragam Kritik soal Penanganan Pandemi, Luhut: Kalian Tidak Tahu Sulitnya Mengatasi Ini

Tuai Beragam Kritik soal Penanganan Pandemi, Luhut: Kalian Tidak Tahu Sulitnya Mengatasi Ini

Tuai Beragam Kritik soal Penanganan Pandemi, Luhut: Kalian Tidak Tahu Sulitnya Mengatasi Ini

DEMOCRAZY.ID - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku sedih banyak pihak yang dengan mudah mengkritik pemerintah terkait kebijakan penanganan pandemi Covid-19.


Ia menyebut, mengatasi lonjakan pandemi bukanlah perkara mudah. 


"Sekarang ini jadi kalau saya melihat orang terlalu menggampangkan kritik itu saya sedih aja. Kamu nggak tahu betapa sulitnya mengatasi keadaan ini," kata Luhut dalam sebuah dialog di Kompas TV, Selasa (20/7/2021) malam. 


Luhut mengatakan, banyak yang berpikir bahwa kasus Covid-19 dapat diturunkan dengan hanya memakai masker. 


Padahal, kenyataannya virus corona varian Delta menyebar dengan begitu cepat. 


Kebijakan yang ditempuh pemerintah, kata Luhut, selalu mempertimbangkan pandangan dari banyak pihak, mulai dari epidemiolog hingga masyarakat kecil seperti para pedagang kaki lima.


Oleh karenanya, Luhut tak ingin ada pihak yang mempolitisasi kebijakan penanganan pandemi. 


"Saya sedih aja kalau orang masih memainkan, mempolitisasi keadaan ini. Ini humanity, masalah kemanusiaan yang nggak boleh kita main-main. Jangan dipolitisasi," kata Luhut. 


"Saya bilang kalau mau berpolitik nanti berpolitik sana silakan, saya nggak komen politik. Saya sudah cukup tua, saya sudah selesai, saya sudah cukup (dengan politik)," tuturnya. 


Luhut mengakui bahwa kebijakan yang ditempuh pemerintah terkait penanganan pandemi memang belum sempurna. 


Masih terdapat kekurangan di berbagai sisi. Namun demikian, berbagai upaya terus dilakukan. 


Sebagai Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Luhut pun mengaku bertanggung jawab untuk menurunkan lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air.


"Ada tanggung jawab moral dari saya kok belum bisa dihentikan (kenaikan kasus Covid-19) ini. Walaupun saya paham tidak sesederhana itu menghentikannya," kata Luhut.


Untuk diketahui, kasus Covid-19 di Indonesia masih terus mengalami lonjakan dalam beberapa waktu belakangan. 


Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada Selasa (20/7/2021) menunjukkan, terjadi penambahan 38.325 kasus positif dalam 24 jam. 


Penambahan itu menyebabkan total kasus Covid-19 saat ini mencapai 2.950.058 orang, terhitung sejak pengumuman kasus pertama pada 2 Maret 2020. Satgas juga mencatat ada 550.192 kasus aktif Covid-19 di Indonesia. 


Kasus aktif ialah pasien yang masih terkonfirmasi positif dan menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri. 


Untuk mengatasi hal itu, pemerintah memberlakukan PPKM Darurat Jawa-Bali sejak 3 Juli 2021. 


Kebijakan yang sedianya berakhir pada 20 Juli itu diperpanjang 5 hari hingga 25 Juli 2021. 


Presiden Joko Widodo mengatakan, pelonggaran baru akan dilakukan pada 26 Juli 2021. Itu pun dengan catatan apabila kasus Covid-19 mengalami penurunan.


"Jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan bertahap," kata Jokowi, Selasa (20/7/2021). [Democrazy/kmp]