Sebut Jokowi Sudah Tak Dipercaya Rakyatnya, Novel Bamukmin: Kinerjanya Hanya Janji Belaka, Jokowi Wajib Mundur! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 02 Juli 2021

Sebut Jokowi Sudah Tak Dipercaya Rakyatnya, Novel Bamukmin: Kinerjanya Hanya Janji Belaka, Jokowi Wajib Mundur!

Sebut Jokowi Sudah Tak Dipercaya Rakyatnya, Novel Bamukmin: Kinerjanya Hanya Janji Belaka, Jokowi Wajib Mundur!

Sebut-Jokowi-Sudah-Tak-Dipercaya-Rakyatnya-Novel-Bamukmin-Kerjanya-Hanya-Janji-Belaka-Jokowi-Wajib-Mundur

DEMOCRAZY.ID - Memanasnya perpolitikan Indonesia usai viralnya aksi BEM UI yang mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi semakin menjadi-jadi.


Kini bahkan Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin, turut buka suara dan secara tegas mendukung BEM UI yang mengkritik dan menjuluki Presiden Jokowi sebagai ‘The King of Lip Service’.


Tak hanya itu, Novel juga menyatakan dukungannya kepada BEM se-Indonesia untuk menurunkan Presiden Jokowi dari jabatannya yang mana menurutnya adalah keinginan rakyat.


“Saya mendukung langkah BEM UI dan BEM se-Indonesia untuk menurunkan Jokowi sesuai keinginan rakyat dan konstitusi,” tegas Novel, pada Jumat, 2 Juli 2021.


“Dan perlu diketahui sesuai TAP MPR Nomor 6 Tahun 2001, Presiden sudah tidak dipercaya rakyat wajib mundur.”


Novel kemudian membeberkan alasan dirinya setuju dengan pernyataan BEM UI bahwa Presiden Jokowi kerap mengumbar janji manis, tetapi tidak direalisasikan.


“Sampai saat ini bukti dari kinerjanya hanya janji-janji belaka, bahkan diduga untuk menutupi janji yang tidak ditepati dengan janji lagi.”


Sebagai contoh, Novel menyinggung pernyataan Jokowi yang pernah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa meroket hingga tujuh persen.


Selain itu, Novel juga mengungkit pernyataan Presiden Jokowi pada 2018 lalu yang menyebut anak-anaknya belum tertarik masuk dunia politik.


Namun, nyatanya pada 2020, putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka mengikuti Pilkada Solo dan terpilih menjadi Wali Kota.


Tak cukup sampai di situ, Novel pun mempersoalkan gelaran Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19 hingga kerumunan pendukung Gibran yang melanggar protokol kesehatan (prokes) saat Pilkada Solo.


“Seperti ekonomi dikatakan meroket dan meroket. Juga dikatakan anaknya tidak berpolitik praktis malah nyatanya dengan menghalalkan segala cara, bahkan Pilkada maut tetap digelar, bahkan sampai sampai menantang prokes dengan selebrasi kemenangan di Solo. Padahal sampai saat ini pandemi terus bergejolak,” tuturnya panjang lebar.


Seperti diberitakan, sebelumnya BEM UI di akun Twitter resmi mereka mengunggah poster bertuliskan ‘Jokowi: The King of Lip Service’.


Julukan tersebut diberikan kepada Presiden Jokowi karena BEM UI menilai mantan Gubernur DKI Jakarta itu sering mengobral janji manis yang kerap tidak direalisasikan. [Democrazy/lkd]