Sebut Jokowi Kesulitan Tandingi Pencapaian SBY, PD: Itu Sebabnya Para Buzzer Bayaran Sibuk Memoles! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 13 Juli 2021

Sebut Jokowi Kesulitan Tandingi Pencapaian SBY, PD: Itu Sebabnya Para Buzzer Bayaran Sibuk Memoles!

Sebut Jokowi Kesulitan Tandingi Pencapaian SBY, PD: Itu Sebabnya Para Buzzer Bayaran Sibuk Memoles!

Sebut Jokowi Kesulitan Tandingi Pencapaian SBY, PD: Itu Sebabnya Para Buzzer Bayaran Sibuk Memoles!

DEMOCRAZY.ID - Politisi Partai Demokrat, Ricky Kurniawan menyebut bahwa pencapaian Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam menaikkan APBN sulit ditandingi oleh Presiden Joko Widodo.


Oleh sebab itu, kata Ricky, para buzzer bayaran berupaya memoles pencapaian Pemerintahan sekarang dengan berbagai macam cara.


“Adapun pencapaian kemajuan APBN era SBY sulit ditandingi oleh era sekarang,” katanya melalui akun twitter RicKY_KCh.


“Itulah sebabnya buzzer-buzzer bayaran sibuk memoles yang membayar dengan berbagai macam fitnah, hoax, dan fakenews yang ditujukan kepada SBY dan Demokrat,” tambahnya.


Ricky menyatakan bahwa salah satu hal yang sering diungkit BuzzerRp untuk menutupi kegagalan Pemerintah saat ini adalah kasus Hambalang.


Seperti diketahui, kasus mega korupsi Hambang terjadi di era Pemerintahan SBY dan melibatkan beberapa kader Partai Demokrat.


“Kenapa Buzzerp sibuk sekali menutupi kegagalan Pemerintah dengan bahasan yang gak jauh dari Hambalang yang sudah selesai proses hukumnya?” katanya.


Ricky melampirkan data yang menurutnya memperlihatkan jauhnya perbandingan pencapaian SBY dan Jokowi.


Dalam tabel data itu, disebutkan pendapatan per kapita Indonesia pada lima tahun pertama SBY memimpin naik sebanyak 99 persen.


Sementara, pendapatan per kapita dalam lima tahun Jokowi memimpin hanyalah  12 persen.


“Karena secara data memang jauh sekali pencapaiannya sehingga harus ditutupi dengan Hoax dan Fitnah tidak bermutu. Jangan bodohi rakyat! Data berbicara,” tegas Ricky.


Deputi Badan Komunikasi Strategis Demokrat itu juga menyinggung soal pembangunan jalan tol di era Jokowi yang menurutnya sering dibanggakan buzzer.


“Era SBY ternyata lebih banyak membangun jalan Rakyat dibanding Jalan Tol yang berbayar dari hasil hutang ugal-ugalan yang berujung dijual pula sebagian jalan tolnya karena merugi,” ungkapnya.


Bahkan, Ricky juga menyebut bahwa jalan di Papua yang disebut dibangun Jokowi sebenarnya hanyalah melanjutkan pembangun era SBY.


Terakhir, Ricky juga menolak pernyataan bahwa pemerataan pembangunan hanya terjadi di era Jokowi saja.


Dalam gambar yang ia lampirkan, terlihat data pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di era SBY.


Dikatakan bahwa SBY membangun delapan KEK di berbagai daerah dengan total investasi triliunan. [Democrazy/trk]