Pihak Istana Akhirnya Buka Suara soal Dugaan Akun Jokowi 'Comot' Gambar Media Turki | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 12 Juli 2021

Pihak Istana Akhirnya Buka Suara soal Dugaan Akun Jokowi 'Comot' Gambar Media Turki

Pihak Istana Akhirnya Buka Suara soal Dugaan Akun Jokowi 'Comot' Gambar Media Turki

Pihak Istana Akhirnya Buka Suara soal Dugaan Akun Jokowi 'Comot' Gambar Media Turki

DEMOCRAZY.ID - Warganet (netizen) mencermati gambar ilustrasi yang diunggah akun media sosial resmi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Terlihat gambar Jokowi bermasker dan memegang petromaks. 


Netizen menduga gambar itu mengambil dari ilustrasi media Turki. Begini penjelasan Istana Kepresidenan.


Gambar Jokowi memegang petromaks, bermasker dobel, dan berjaket hijau diunggah Jokowi di pelbagai akun media sosial resminya, Senin (12/7/2021) ini.


Gambar itu mirip dengan ilustrasi di media Turki, Mersi (situs mersiplus.com). 


Judul artikelnya adalah 'DEPREM, TRUMP-BİDEN DERKEN UNUTULDU AMA DURUM İÇ AÇICI DEĞİL', bertanggal 5 November 2020.


Pihak Istana Akhirnya Buka Suara soal Dugaan Akun Jokowi 'Comot' Gambar Media Turki

Gambar ilustrasi yang digunakan di media berbahasa Turki itu mirip sekali dengan ilustrasi yang digunakan Jokowi. 


Ada perbedaan, misalnya ilustrasi Jokowi menggunakan masker dobel, sementara ilustrasi di media Turki tidak menggunakan masker dobel.


Melihat tanggal unggahan media Turki lebih dulu ketimbang unggahan Presiden Jokowi, netizen menduga akun Presiden Jokowi mengambil dari media Turki itu.


Penjelasan Istana


Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, menjelaskan pihak Istana tidak mengambil dari media Turki itu, melainkan menggunakan gambar yang disediakan situs konten kreatif. Itu bukan gambar gratisan. 


Pihak Istana membayar langganan konten kreatif itu untuk digunakan.


"Ilustrasi dari IG @jokowi berasal dari sebuah situs konten kreatif digital berbayar, dimana tim kami sudah berlangganan sejak lama dan masih memiliki subscription yang aktif sehingga diperbolehkan untuk menggunakan dan memodifikasinya. Penggunaan yang kami lakukan juga kami sesuaikan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku dari situs tersebut," kata Bey Machmudin.


Modifikasi terhadap gambar yang disediakan situs konten digital berbayar itu dilakukan. 


Penggunaan ilustrasi dari situs penyedia gambar ini lazim dilakukan.


"Hal Ini merupakan hal umum dilakukan dengan berkembangnya creative source termasuk dalam hal desain grafis, musik, klip video, dan lain sebagainya. Kesamaan desain pada suatu konten dapat terjadi karena siapa saja yang berlangganan layanan situs konten kreatif tersebut bisa mengunduh desain yang sama," kata Bey. [Democrazy/dtk]