Pertanyakan Orang-orang yang Teriak Jokowi Mundur, Ngabalin: Logika Kalian di Mana? | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 09 Juli 2021

Pertanyakan Orang-orang yang Teriak Jokowi Mundur, Ngabalin: Logika Kalian di Mana?

Pertanyakan Orang-orang yang Teriak Jokowi Mundur, Ngabalin: Logika Kalian di Mana?

Pertanyakan Orang-orang yang Teriak Jokowi Mundur, Ngabalin: Logika Kalian di Mana?

DEMOCRAZY.ID - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mempertanyakan letak logika orang-orang yang meminta Presiden Joko Widodo mundur dalam kondisi pandemi virus corona (Covid-19). 


"Dalam situasi seperti hari ini, orang berteriak untuk meminta Pak Jokowi mundur. Itu di mana logikanya?" kata Ngabalin saat dihubungi, Jumat (9/7). 


Desakan agar Jokowi mundur sempat ramai dibahas di jagat media sosial. 


Sejumlah tokoh seperti pakar hukum tata negara Refly Harun turut mengomentari hal ini. 


Dalam sebuah rekaman video di kanal Youtube-nya, Refly menyatakan bahwa desakan agar Jokowi mundur adalah hal wajar. 


Sebab, ia menilai Presiden gagal menjalankan amanat konstitusi untuk melindungi masyarakat dalam krisis pandemi Covid-19 ini.


Desakan agar Jokowi mundur juga dilontarkan oleh mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Indonesia Rizal Ramli. 


Dalam sebuah video, Rizal menyebut Jokowi seharusnya mundur karena sudah tak lagi mampu mengelola Indonesia. 


Terkait hal itu, Ngabalin mengatakan bahwa pernyataan dari dua tokoh tersebut hanya materi sampah yang hanya menebar kebencian. 


Terlebih, menurut dia, dua tokoh tersebut melontarkan kritik dilandasi sakit hati karena sempat dipecat Jokowi. 


Seperti diketahui, Rizal Ramli sempat menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Indonesia di era kepemimpinan Jokowi. 


Sementara, Refly sempat menduduki posisi komisaris utama di Pelindo I. 


"Masa sih materi-materi sampah dipakai untuk meninggikan like dan subscribe, tapi isinya menebar kebencian dan penuh hasad, kedengkian. Karena itu lah kalau dia merasa sakit karena orang-orang yang pernah dipecat, jangan gunakan keadaan hari ini untuk menghasut publik," ujar Ngabalin. 


Lebih lanjut, Ngabalin mengatakan jika Jokowi telah bekerja keras dalam menangani pandemi. 


Bahkan menurutnya, ketika orang lain tertidur, Jokowi masih menyempatkan diri meninjau kesiapan fasilitas kesehatan.


"Bisa bayangkan semua orang pada terlelap tidur, Jokowi itu masih keliling mengecek kondisi terakhir, tempat-tempat di mana kalau ada kemungkinan lonjakan kasus, agar tempat itu bisa dipakai dalam rangka memberikan perawatan pada pasien Covid," ungkapnya. [Democrazy/cnn]