Parah! Wanita Hamil Dipukul Satpol PP Malah Diintimidasi Dokter, Sampai Dikata-katain Kasar Begini | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 16 Juli 2021

Parah! Wanita Hamil Dipukul Satpol PP Malah Diintimidasi Dokter, Sampai Dikata-katain Kasar Begini

Parah! Wanita Hamil Dipukul Satpol PP Malah Diintimidasi Dokter, Sampai Dikata-katain Kasar Begini

Parah! Wanita Hamil Dipukul Satpol PP Malah Diintimidasi Dokter, Sampai Dikata-katain Kasar Begini

DEMOCRAZY.ID - Wanita korban pemukulan oknum Satpol PP Gowa, Amriana, mengaku mendapat intimidasi dan pemaksaan oleh oknum dokter di salah satu rumah sakit di Gowa. 


Dia dipaksa membuktikan kehamilannya melalui tes medis, namun Amriana tetap menolak.


Amriana memang menegaskan jika kehamilannya tidak bisa dibuktikan melalui tes medis ataupun pemeriksaan dokter. 


Dia yakin hamil karena beberapa bulan yang lalu dia juga sempat merasakan tanda-tanda kehamilan dan memeriksakan diri ke seorang tukang urut.


"Itu hari perutku memang agak sedikit sakit karena memang sudah lama tidak pernah haid, terus semacam sakit jam 5 subuh lewat, langsung ke tukang urut, terus memang ada (ciri-ciri hamil). Karena saya memang selama hamil memang tidak pernah USG, iya (ke tukang urut saja)," kata Amriana saat ditemui di RS Ibnu Sina, Makassar, Jumat (16/7/2021).


Amriana lalu mengungkapkan alasannya menolak tes USG saat dirawat di salah satu rumah sakit di Gowa sesaat setelah mendapat penganiayaan dari oknum Satpol PP.


"Kondisi saya tidak stabil, masih sedikit sesak sama kepala (pusing), agak tidak bisa berdiri, duduk sendiri pun sekitar 5 menit drop kembali. Sakit (kepala) sebelah kanan sampai ke belakang," ungkap Amriana.


Sementara itu, pengacara Amriana, Ari Dumais, mengaku telah menerima laporan kliennya soal adanya dugaan intimidasi itu. 


Dia mengatakan kliennya mengaku perutnya sempat ditusuk-tusuk dengan telunjuk oleh oknum dokter di RS Gowa.


"Seorang dokter ini datang lalu tiba-tiba mengomel seolah-olah bahwa kamu kenapa nggak mau di USG, sambil nusuk-nusuk perut (pakai jari) lalu sempat lah terlontar bahasa yang tidak etis menurut saya seorang dokter ya dia katakan kamu ini nggak hamil pantas kau dikasi begitu sama Satpol PP karena kelakuanmu itu," ujar Ari.


Dia juga mengatakan hamil atau tidaknya korban tak ada hubungannya dengan aksi penganiayaan. 


Dia pun mengaku sempat mencari oknum dokter dimaksud untuk meminta penjelasan.


"Nah inilah pada saat saya ke sana (RS) juga saya mencari dia ternyata dia sudah pulang. Dan saya ketemu pihak humas (rumah sakit) sekarang ini sementara menyelidiki, benar tidak perlakuan ini kan. Itu bisa dibuktikan CCTV, ya," katanya.


Akibat insiden tersebut, Ari dan timnya memindahkan Amriana ke RS Ibnu Sina, Makassar. Alasannya untuk keamanan Amriana.


"Untuk pemindahan korban ke Makassar kami yang ajukan. Kenapa? karena kami merasa dari segi keamanan klien kami. Karena dengan adanya dan tindakan-tindakan yang seperti terjadi kemarin kami merasa bahwa di Makassar ini netral dan kami bisa 24 jam untuk mengontrol dan kami bisa menjaga di sini," katanya.


Selanjutnya, Ari mengaku pihaknya tengah mengkaji ramah pidana dari intimidasi itu. 


Dia juga mengaku akan melaporkan dugaan pelanggaran kode etik ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulsel.


"Jadi kami akan rencanakan akan melapor ke Polda juga ke untuk etik kami akan lapor ke IDI Sulsel," katanya. [Democrazy/dtk]