Nilai Jokowi Gemetar karena Lonjakan Covid-19, Rocky Gerung: Buat Apa Prokes Ditetapkan Jika Presiden Sendiri Melanggarnya?! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 01 Juli 2021

Nilai Jokowi Gemetar karena Lonjakan Covid-19, Rocky Gerung: Buat Apa Prokes Ditetapkan Jika Presiden Sendiri Melanggarnya?!

Nilai Jokowi Gemetar karena Lonjakan Covid-19, Rocky Gerung: Buat Apa Prokes Ditetapkan Jika Presiden Sendiri Melanggarnya?!

Nilai-Jokowi-Gemetar-karena-Lonjakan-Covid-19-Rocky-Gerung-Buat-Apa-Prokes-Ditetapkan-Jika-Presiden-Sendiri-Melanggarnya

DEMOCRAZY.ID - Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia membuat kondisi Tanah Air semakin buruk. 


Namun pemerintah terus berupaya untuk mengatasi hal ini dengan membuat kebijakan.


Terbaru, Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang hari ini, Kamis, 1 Juli 2021 meresmikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.


PPKM Darurat akan diterapkan di Pulau Jawa dan Bali mulai pada 3 Juli hingga 20 Juli 2021.


Menanggapi kondisi Indonesia saat ini, pengamat politik Rocky Gerung mengatakan, seharusnya Jokowi memperlihatkan keseriusannya secara konsisten.


"Keseriusan itu harusnya diperlihatkan langsung oleh Presiden Jokowi secara konsisten," katanya dilansir melalui kanal YouTube Rocky Gerung Official, Kamis, 1 Juli 2021.


Namun hal yang dilihat Rocky pada Jokowi justru rasa takut dan gemetar karena kondisi Tanah Air saat ini.


"Yang kita lihat hari ini adalah, beliau, presiden gemetar mengetahui bahwa ranjang tidak lagi tersedia," ungkapnya.


Kemudian ahli filsuf ini menyoroti hadirnya Jokowi ke Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kota Kendari pada Rabu, 30 Juni 2021 untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19.


Dalam hal ini, Rocky tidak melihat konsistensi Jokowi dalam mematuhi protokol kesehatan (prokes).


"Pada saat yang sama dia datang ke Kendari tuh, jadi di mana konsistensinya," ujarnya.


Menurut dia, Jokowi seharusnya membatalkan semua hal yang tidak penting.


"Kalau dia gemetar, ya harusnya juga dia batalkan semua hal yang tidak essential sama seperti keputusan yang dibuat bahwa aktivitas yang tidak essential itu sebaiknya dilarang 100 persen," jelasnya.


Selain itu, Rocky juga menyoroti hadirnya Jokowi dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Kendari yang menurut dia tidak penting.


"Menghadiri Munas Kadin itu juga tidak essential, gak ada pentingnya, karena sudah diputuskan siapa yang harus jadi ketua," imbuhnya.


Atas dasar tersebut, Rocky mempertanyakan untuk apa prokes ditetapkan bila presiden terus melanggar kebijakan tersebut.


"Jadi buat apa itu prokes ditetapkan, tapi presiden sendiri melanggar prokesnya tuh," paparnya.


Rocky lalu berpendapat bahwa Jokowi akhirnya gemetar setelah berkunjung ke Kendari karena berhadapan dengan demonstran dan sebaliknya.


"Gemetar lagi di situ kan, sekarang dia gemetar karena berhadapan dengan demonstran di Kendari dan demonstrannya gemetar karena bisa-bisa ditangkap lagi dengan alasan protokol kesehatan tuh," tuturnya.


Dia mengatakan, masalah di Indonesia akhirnya berputar-putar saja dan kedaruratan tidak lagi disebut darurat.


"Jadi berputar-putar di situ dan akhirnya kedaruratan itu gak lagi disebut darurat, karena presiden lakukan hal yang seolah-olah gak ada problem," pungkasnya. [Democrazy/rksp]