Minta Jokowi Berhenti Blusukan, Rocky Gerung: Tak Perlu Mondar-mandir, Fokus Saja Memimpin! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Minggu, 18 Juli 2021

Minta Jokowi Berhenti Blusukan, Rocky Gerung: Tak Perlu Mondar-mandir, Fokus Saja Memimpin!

Minta Jokowi Berhenti Blusukan, Rocky Gerung: Tak Perlu Mondar-mandir, Fokus Saja Memimpin!

Minta Jokowi Berhenti Blusukan, Rocky Gerung: Tak Perlu Mondar-mandir, Fokus Saja Memimpin!

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik, Rocky Gerung kembali menyoroti situasi Indonesia yang sebentar lagi akan memasuki Idul Adha 2021 melalui kanal Youtube Rocky Gerung Official bertajuk “RAKYAT MAKIN BINGUNG, SIAPA SEBENARNYA PEMIMPIN NEGERI INI?”.


Rocky mengatakan, Indonesia mengalami situasi ini karena kekuasaan tidak mampu mendeteksi berbagai hal sejak awal.


“Yang jadi soal adalah keutuhan bangsa ini justru porak poranda karena kekuasaan tidak mampu untuk mendeteksi sejak awal bahwa ini akan berantakan,” katanya dilansir melalui kanal Youtube Rocky Gerung Official, Minggu, 18 Juli 2021.


Sehingga, kata dia, pemerintaah ssat ini harus memutuskan kebijakan dengan konsep jelas dan utuh.


“Tentu pemerintah akhirnya harus memutuskan, bukan sekedar beriba-iba, tapi betul-betul dengan satu konsep yang utuh," jelasnya.


Untuk mencapai hal tersebut, maka dibutuhkan pemimpin yang mampu melibatkan seluruh pihak dan mengambil keputusan dengan benar.


“Nah ini membutukan pemimpin yang mampu untuk melibatkan semua pihak dan mengambil keputusan,” imbuhnya.


Lebih jauh, ahli filsuf ini menyoroti kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang disebut-sebut akan diperpanjang, namun selalu dibantah pihak istana.


Atas hal tersebut, Rocky lantas bertanya-tanya apa yang tengah terjadi di dalam istana sehingga semua orang seolah berani bicara di hadapan publik.


“Kita mau coba baca, apa sebetulnya yang terjadi di istana, sehingga semua orang seolah-olah punya pengetahuan lalu diucapkan pada publik,” tuturnya.


Dia mengatakan, hal itu lah yang akhirnya dilihat oleh pihak luar dan berakhir Tanah Air diolok-olok.


“Nah compang-camping ini yang kemudian terbaca oleh internasional, lalu diolok-olok lagi,” tandasnya.


Lalu, pendiri Setara Institute ini juga menyinggung aksi blusukan yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, Jokowi harus berhenti melakukan blusukan dan fokus memimpin.


“Pak Jokowi harusnya berhenti buat mondar mandir ke macam-macam tempat, harusnya fokus aja memimpin,” paparnya.


Selain itu, dia juga menjelaskan, seharusnya keputusan perpanjang atau tidak PPKM Darurat dilakukan saat ini. 


Meski nantinya ada resiko politik, yaitu dimundurkan jika gagal, namun Jokowi tidak perlu memikirkan itu karena ia adalah seorang pemimpin.


“Kalau betul-betul paham rakyat ini adalah nomor satu, dahulukan rakyat, selesai masalahnya dan orang justru bangga,” pungkasnya. [Democrazy/pkr]