Menjelang Hari Raya Selalu Saja Ada Larangan Ibadah, Tagar #MenagRasaKomunis Trending di Twitter | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 05 Juli 2021

Menjelang Hari Raya Selalu Saja Ada Larangan Ibadah, Tagar #MenagRasaKomunis Trending di Twitter

Menjelang Hari Raya Selalu Saja Ada Larangan Ibadah, Tagar #MenagRasaKomunis Trending di Twitter

Menjelang Hari Raya Selalu Saja Ada Larangan Ibadah, Tagar #MenagRasaKomunis Trending di Twitter

DEMOCRAZY.ID - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas jadi sorotan masyarakat usai menerbitkan surat edaran yang berlaku selama masa PPKM Darurat. 


Surat edaran tersebut, diterbitkan Menag guna mencegah dan memutuskan rantai penyebaran Covid-19.


Dalam surat edaran tersebut, Yaqut Cholil Qoumas menerapkan kebijakan bahwa semua kegiatan peribadatan ditiadakan selama masa PPKM Darurat.


Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan selama masa PPKM Darurat dilaksanakan, kegoatan di tempat ibadah seperti masjid, gereja, pura, vihara, dan klenteng ditiadakan sementara.


Sebagai gantinya, Yaqut Cholil Qoumas mengimbau masyarakat untuk melakukan ibadah di rumah masing-masing.


"Jadi, saat kebijakan diberlakukan, kegiatan peribadatan di wilayah yang menerapkan PPKM Darurat, dilakukan di rumah masing-masing," ujarnya, dikutip dari laman resmi kemenag, Senin 5 Juli 2021.


Selain itu, Yaqut Cholil Qoumas juga meminta masyarakat yang hendak melaksanakan takbiran dan Sholat Idul Adha harus mengikuti aturan pemerintah.


Menurut Yaqut Cholil Qoumas, pelaksanaan takbiran dan ibadah Sholat Idul Adha hanya diperbolehkan untuk daerah yang tidak melakukan PPKM Darurat dengan catatan berada pada zona hijau.


Sementara untuk daerah yang melakukan PPKM Darurat, takbiran dan ibadah Sholat Idul Adha, menurut Yaqut Cholil Qoumas dilakukan di rumah masing-masing.


Akan tetapi, keputusan yang diterbitkan Yaqut Cholil Qoumas tersebut mendapat tentangan dari para warganet hingga akhirnya tagar #MenagRasaKomunis menjadi trending topik di media sosial Twitter.


Sejak pagi tadi, netizen ramai-ramai mengkritik keras aturan yang diterbitkan Yaqut Cholil Qoumas, terlebih mereka mengkritisi penutupan tempat ibadah dalam hal ini masjid.


"Menjelang hari raya selalu saja ada larangan. #MenagRasaKomunis," tulis @1406Fawwaz.


"Brunei kembali ke jalan yang benar, negeri twkwk kembali menutup masjid, #JanganTutupMasjid #MenagRasaKomunis," tulis @JakartaTiga.


"Tetap ke Masjid, tetap Ibadah, tetap jaga Prokes, #TaatPPKMDarurat #MenagRasaKomunis," tulis @shayfuddinz.


"Giliran mau hari raya disitu larangan ditegakkan #MenagRasaKomunis," tulis @fakhrulazhari.


"kenapa masjid harus ditutup, sedangkan WNA bebas masuk? #MenagRasaKomunis," tulis @badakjawa13.


Sementara itu, netizen lainnya meminta pemerintah untuk tegas dalam menerapkan aturan PPKM Darurat ini, terlebih menurutnya TKA China bebas keluar/masuk Indonesia.


"Kalo mau tegas coba tutup bandara dari segala macam aktivitas kecuali untuk emergency, jangan cuman rakyat sendiri yg tekan2 terus sementara para TKA China bebas keluyuran. Kalau begini caranya,#MenagRasaKomunis," kata @khalif_ah.


Namun disaat bersamaan, ada juga seorang netizen yang tampak mengatakan bahwa aturan untuk peniadaan Shalat Idul Adha bagi daerah yang melakukan PPKM Darurat merupakan hal yang masuk akal.


Menurutnya keputusan penutupan masjid adalah hal yang tepat karena untuk mencegah dan menghindari penyebaran Covid-19.


Netizen tersebut juga menegaskan kepada para orang-orang yang menolak menutup masjid, menurutnya lebih baik refleksi diri sendiri terlebih dahulu.


"Islam mengajarkan penting untuk melindungi diri, apalagi di saat pandemi ini. Jadinya ya masuk akal semua hal dibatasi untuk menghindari kerumunan, termasuk dengan penutupan masjid. Jadi yang #tolaktutupmasjid dan #MenagRasaKomunis , mending refleksi diri sendiri dulu," pungkas @rererayendras. [Democrazy/grt]