Klaim Pemerintah Kerap Berbeda dengan Kenyataan di Lapangan, Faisal Basri: Ungovernable Government! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Minggu, 04 Juli 2021

Klaim Pemerintah Kerap Berbeda dengan Kenyataan di Lapangan, Faisal Basri: Ungovernable Government!

Klaim Pemerintah Kerap Berbeda dengan Kenyataan di Lapangan, Faisal Basri: Ungovernable Government!

Klaim-Pemerintah-Kerap-Berbeda-dengan-Kenyataan-di-Lapangan-Faisal-Basri-Ungovernable-Government

DEMOCRAZY.ID - Ekonom senior Faisal Basri menyoroti fenomena yang kini terjadi di Indonesia menyusul lonjakan kasus Covid-19.


Faisal Basri menyindir berbagai klaim pemerintah terkait penanganan Covid-19 yang justru di lapangan terjadi hal sebaliknya.


Dikatakan Faisal Basri bahwa yang terjadi saat ini adalah 'ungovernable government' yang masing-masing kata tersebut berarti 'tak terkendalikan' dan 'pemerintah'.


Dengan kata lain, Faisal Basri mengatakan bahwa keadaan saat ini menunjukkan pemerintahan yang tidak terkendalikan.


Tentu penyebutan istilah tersebut dicetuskan Faisal Basri terkait dengan penanganan Covid-19 yang disertai klaim-klaim pemerintah yang tidak sesuai realita.


"Ungovernable goverment," demikian kata Faisal Basri melalui cuitan Twitternya dikutip Minggu, 4 Juli 2021.


Lantas ia membeberkan beberapa indikasi sehingga istilah tersebut diungkapkannya.


"Pemerintah bilang tabung oksigen cukup, tapi kian banyak Rumah Sakit yang teriak kehabisan oksigen," sebut Faisal Basri.


Selain itu, ia juga menyoal terkait keuangan pemerintah yang selama ini mengklaim bahwa keuangan negara aman.


Padahal kata dia, klaim itu justru berbanding terbalik dengan tertunggaknya pembayaran insentif tenaga kesehatan dan Rumah Sakit.


"Pemerintah bilang uang cukup, tapi nunggak pembayaran Rumah Sakit dan insentif tenaga kesehatan yang bertarung nyawa demi menyelamatkan pasien covid," pungkasnya.


Sekedar informasi, seiring dengan lonjakan Covid-19, kini di beberapa Rumah Sakit memang tengah mengalami kelangkaan tabung oksigen.


Di Jakarta misalnya, beberapa waktu yang lalu semenjak lonjakan Covid-19 kelangkaan oksigen bahkan ketersediaan ruangan Rumah Sakit sudah terjadi.


Berbagai upaya terus dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan tabung oksigen sedangkan pasien Covid-29 kian melonjak setiap harinya.


Di sisi lain, pemerintah memastikan mayoritas pasokan oksigen yang diproduksi pabrik akan dialokasikan untuk keperluan medis.


Sebanyak 90% produksi akan diutamakan ke sektor medis atau rumah sakit, dari sebelumnya yang hanya dialokasikan 60%.


"Ketersediaan oksigen 90% produksi alokasi ke medis. Kita sudah tata apa yang kita lihat mudah-mudahan semua tidak ada masalah. Obat obatan juga termasuk," kata Menko Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, selaku ketua PPKM Darurat Jawa Bali dalam paparannya beberapa waktu yang lalu. [Democrazy/frt]