Kerap Bikin Gaduh, Faisal Basri Minta Jokowi Tendang Dua Orang Ini dari Istana | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 23 Juli 2021

Kerap Bikin Gaduh, Faisal Basri Minta Jokowi Tendang Dua Orang Ini dari Istana

Kerap Bikin Gaduh, Faisal Basri Minta Jokowi Tendang Dua Orang Ini dari Istana

Kerap Bikin Gaduh, Faisal Basri Minta Jokowi Tendang Dua Orang Ini dari Istana

DEMOCRAZY.ID - Ekonom senior Faisal Basri meminta Presiden Joko Widodo untuk mengeluarkan dua orang di pemerintahannya.


Kedua orang tersebut adalah Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin dan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko.


Faisal Basri meminta kepada Presiden Jokowi untuk mengeluarkan Moeldoko dan Ngabalin lantaran keduanya sering membuat gaduh.


Ia pun mengklaim jika Presiden Jokowi mengeluarkan kedua pejabat negara tersebut, maka akan diapresiasi oleh rakyat Indonesia.


Pernyataan tersebut disampaikan Faisal Basri langsung melalui akun Twitternya @FaisalBasri pada Kamis 22 Juli 2021 malam.


"Pak Presiden @jokowi, niscaya rakyat akan apresiasi jika Bapak mengeluarkan Ngabalin dan Moeldoko dari Istana," tulis Faisal Basri.


Hal tersebut disampaikan lantaran Faisal Basri menganggap Presiden Jokowi tidak menyukai orang yang kerap bikin gaduh.


"Bapak @jokowi kan tidak suka dengan orang yang kerap bikin gaduh," sambung Faisal Basri.


Sementara, baik Moeldoko atau Ali Mochtar Ngabalin dianggap kerap membuat gaduh dengan pernyataan yang dikeluarkannya.


Sebelumnya diketahui, KSP Moeldoko sempat menyampaikan hal yang cukup kontroversial di tengah pandemi Covid-19 ini.


Pasalnya, Moeldoko menyebutkan bahwa Ivermectin manjur bagi pasien terpapar Covid-19.


Oleh karena itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) menduga ada kaitan antara Moeldoko dengan pengusaha dalam penggunaan obat Ivermectin untuk penanganan Covid-19.


Namun, Moeldoko dengan tegas membantah jika dirinya memiliki kaitan terhadap promosi dan distribusi Ivermectin yang sempat disebut-sebut sebagai salah satu obat untuk Covid-19.


"Itu tuduhan ngawur dan menyesatkan," kata Moeldoko.


Kemudian, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin juga dinilai kerap membuat gaduh dengan pernyataan-pernyataannya.


Ali Mochtar Ngabalin pernah mengatakan bahwa PPKM Darurat yang dipimpin Luhut Binsar Pandjaitan hasilnya memuaskan sampai saat ini.


"Dipimpin oleh seorang Menko Kemaritiman dan Investasi yang sepanjang sejarah kepemimpinan Pak Jokowi, Pak Luhut itu tidak pernah gagal dalam menyelesaikan satu tugas yang diperintahkan Presiden," kata Ali.


Nyatanya, Luhut Binsar Pandjaitan mengaku sulit dalam menghadapi virus tersebut dan angka positif terpapar Covid-19 malah semakin naik selama PPKM Darurat. [Democrazy/pkr]