Kemlu dan BNPB Akhirnya Buka Suara soal Dugaan Pemerasan Warga dari LN | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 16 Juli 2021

Kemlu dan BNPB Akhirnya Buka Suara soal Dugaan Pemerasan Warga dari LN

Kemlu dan BNPB Akhirnya Buka Suara soal Dugaan Pemerasan Warga dari LN

Kemlu dan BNPB Akhirnya Buka Suara soal Dugaan Pemerasan Warga dari LN

DEMOCRAZY.ID - Akademisi Ade Armando menyebut ada dugaan pemerasan terhadap warga yang baru datang dari luar negeri untuk isolasi mandiri di hotel mewah. 


Kementerian Luar Negeri (Kemlu), BNPB, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta, hingga Satgas COVID-19 angkat bicara.


Kementerian Luar Negeri, dan BNPB membantah tuduhan tersebut. 


Menurutnya, soal karantina di hotel bukanlah tanggung jawab dan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka.


Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah, menyebut bahwa Kementeian Luar Negeri hanya bertugas mensosialisasikan aturan soal karantina kepada perwakilan RI di luar negeri ataupun perwakilan negara asing atau organisasi internasional.


"Dalam penerapan protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan luar negeri baik WNI maupun WNA sesuai Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 No. 8 Tahun 2021 beserta addendum-nya. Kemlu bertugas untuk mengkomunikasikan peraturan ini, baik kepada perwakilan RI di luar negeri maupun kepada kedutaan asing dan organisasi internasional yang terakreditasi di Indonesia. Kemlu bukan otoritas yang memiliki kewenangan dalam penunjukkan hotel karantina dan pelaksanaan tes PCR," katanya saat dihubungi, Kamis (15/7/2021).


BNPB pun menyampaikan bahwa BNPB tidak melakukan proses karantina orang yang dari luar negeri seperti yang diungkap oleh Ade Armando. 


Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa lembaga lain yang memiliki kewenangan tersebut.


"Pelaksanaan karantina WNI atau WNA, tidak dilakukan oleh BNPB. Demikian juga pengambilan sampel swab WNI atau WNA yang dikarantina, tidak pernah dilakukan oleh BNPB. Pelaksanaan penanganan WNI WNA yang masuk dari luar negeri mulai dari datang di bandara hingga selesai karantina (termasuk swab PCR dll) dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bawah Kementerian Kesehatan," ujarnya dihubungi terpisah.


Sekentara itu KKP Kelas I Bandara Soekarno Hatta pun menyampaikan bahwa mereka bukan. 


"Bukan di kami," jawab kepala KKP Kelas I Bandara Soetta, Darmawali Handoko saat dihubungi.


Sementara itu, Ketua Bidang Komunikasi Publik Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Hery Trianto tidak memberikan jawaban lugas soal kasus tersebut. 


Dia menyebut akan ada sesi talkshow yang nanti akan menjelaskan masalah tersebut pada Jumat (16/7/2021) pukul 14.00 WIB.


Talkshow itu mengundang Koordinator Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kemenkes Imran Prambudi; Koordinator Hotel Repatriasi, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia, Vivi Herlambang; Asintel Kodam Jaya, Kolonel Putra Widyawinaya. [Democrazy/vv]