Jokowi Masih Optimis Ekonomi RI Bisa Tumbuh 7 Persen, Politisi Demokrat: Punya Hobi Kok Ngeprank Rakyat Terus! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 01 Juli 2021

Jokowi Masih Optimis Ekonomi RI Bisa Tumbuh 7 Persen, Politisi Demokrat: Punya Hobi Kok Ngeprank Rakyat Terus!

Jokowi Masih Optimis Ekonomi RI Bisa Tumbuh 7 Persen, Politisi Demokrat: Punya Hobi Kok Ngeprank Rakyat Terus!

Jokowi-Masih-Optimis-Ekonomi-RI-Bisa-Tumbuh-7-Persen-Politisi-Demokrat-Punya-Hobi-Kok-Ngeprank-Rakyat-Terus

DEMOCRAZY.ID - Cipta Panca Laksana menanggapi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang masih optimis ekonomi Indonesia bisa melesat hingga 7 persen di kuartal II meski minus di kuartal sebelumnya.


Politisi Partai Demokrat itu menyindir keras bahwa Jokowi suka membohongi rakyat Indonesia.


“Ya Allah gue pikir ini berita lama. Tahunya berita baru. Ampuni kami ya Allah punya pemimpin kok gadang ota. Hobi kok ngeprank rakyat terus,” katanya melalui akun twitter @Panca66 pada Kamis, 1 Juli 2021.


Panca membagikan cuitannya itu dengan sebuah artikel yang memberitakan pernyataan Jokowi soal pertumbuhan ekonomi.


Jokowi menyatakan bahwa ia  optimistis pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021 bisa melesat hingga 7 persen. 


Hal itu ia sampaikan dalam pembukaan Munas VIII KADIN di Kota Kendari pada Rabu, 30 Juni 2021.


“Kita semua masih optimistis bahwa di kuartal II, meskipun kuartal I minus 0,74 persen tapi di kuartal II kita masih optimistis tumbuh Insyaallah 7 persen,” ujar Jokowi.


Jokowi menjelaskan bahwa sejatinya, beberapa indikator data perekonomian Indonesia menunjukkan tren pemulihan.


Misalnya, PMI manufaktur yang sebelum pandemi berada di level 51, namun meningkat ke level 55,3 pada Mei 2021.


Lebih lanjut, Jokowi mengklaim bahwa dari sisi supply, produksi juga mulai menggeliat. 


Menurutnya, hal itu terlihat dari ekspor yang tumbuh 58 persen, impor bahan baku tumbuh 79 persen, dan impor barang modal tumbuh 35 persen. 


Ia juga menyinggung bahwa konsumsi listrik untuk industri tumbuh 28 persen.


Tidak hanya di sisi supply, Jokowi mengklaim bahwa tren yang sama juga terjadi dari sisi demand atau permintaan.


Menurutnya, konsumsi masyarakat terus menguat. Hal ini terbukti dari Indeks Kepuasan Konsumen yang naik ke level 104,4 pada Mei 2021 dari sebelumnya di level 85 pada Februari 2021. 


Selain itu, indeks mobilitas bulanan pada Februari lalu masih minus 2, namun di Mei sudah diposisi 5,2.


Jokowi juga tak luput menyebut indeks penjualan ritel yang tercatat tumbuh 12,9 persen. 


Ada pula peningkatan di konsumsi semen yang tumbuh 19,2 persen dan penjualan kendaraan niaga yang tumbuh 783 persen. 


Indikator-indikator inilah yang membuat Jokowi cukup optimis dengan pertumbuhan ekonomi 7 persen di kuartal II. 


“Artinya ada optimisme di situ,” ungkap Jokowi. [Democrazy/trk]