Jokowi Kembali 'Didesak' Mundur, Tagar #PresidenGagalWajibDiganti Trending di Twitter | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 14 Juli 2021

Jokowi Kembali 'Didesak' Mundur, Tagar #PresidenGagalWajibDiganti Trending di Twitter

Jokowi Kembali 'Didesak' Mundur, Tagar #PresidenGagalWajibDiganti Trending di Twitter

Jokowi Kembali 'Didesak' Mundur, Tagar #PresidenGagalWajibDiganti Trending di Twitter

DEMOCRAZY.ID - Pandemi Covid-19 di Indonesia hingga saat ini belum bisa tertangani dengan maksimal. 


Bahkan per 12 Juli 2021 kasus harian melonjak tajam hingga 40 ribu.


Hal ini kemudian memantik amarah masyarakat sebab pemerintah dinilai tak bisa menangani Covid ini dengan baik.


Amarah publik kemudian kian menggema hingga beberapa kali terakhir ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) 'diteriaki' mundur dari jabatannya.


Beberapa tagar seperti #BapakPresidenMenyerahlah, #MundurAjaPakde, #LockdownJokowi sempat trending di Twitter hingga disorot media asing.


Pada hari ini Rabu, 14 Juli 2021 kembali bergema tagar #Presiden GagalWajibDiganti di Twitter.


Publik meradang sebab ada wacana PPKM Darurat yang akan diperpanjang hingga enam minggu ke depan.


Berdasarkan hasil pantauan Galamedia hingga berita ini ditayangkan ada 8.755 tweet yang membahas soal tagar tersebut.


"Bukannya hanya sekedar hastag #PresidenGagalWajibDiganti doang. Kondisi Sekarang harusnya kita udh harus meberontak ke mahluk2 berdasi yg diem diatas kesejahteraan," tulis salah satu warganet.


"Pak @jokowi Sadarlah... Kami sudah lelah... Turunlah... Sebelum, kami rakyat kecil yang menurunkan anda," tulis komentar lainnya.


"Udeh jangan lama-lama! #PresidenGagalWajibDiganti," tulis lainnya.


Belum lama ini, publik juga sempat dibuat jengkel dengan pernyataan oordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebutkan Covid terkendali.


Hal itu disampaikan Luhut melalui keterangan pers rapat terbatas terkait pelaksanaan PPKM Darurat secara virtual pada Senin, 12 Juli 2021.


"Jadi kalau ada yang berbicara bahwa tidak terkendali keadaannya, sangat-sangat terkendali. Jadi yang bicara tidak terkendali itu bisa datang ke saya nanti saya tunjukin ke mukanya bahwa kita terkendali," kata Luhut dalam keterangan resminya. [Democrazy/rst]