Jokowi Diminta Stop Omong Kosong & Pencitraan: Covid-19 Ini Terkendali atau Terkendala? | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Sabtu, 10 Juli 2021

Jokowi Diminta Stop Omong Kosong & Pencitraan: Covid-19 Ini Terkendali atau Terkendala?

Jokowi Diminta Stop Omong Kosong & Pencitraan: Covid-19 Ini Terkendali atau Terkendala?

Jokowi Diminta Stop Pencitraan: Covid-19 Ini Terkendali atau Terkendala?

DEMOCRAZY.ID - LaporCovid-19, koalisi warga pemantau wabah di Indonesia, melayangkan kritik untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Indonesia dihantam lonjakan kasus Covid-19 saat ini. 


Kenaikan kasus terjadi selepas masa libur Idul Fitri 2021.


Masuknya varian virus Delta yang memiliki daya tular lebih cepat juga menjadi pemicu lonjakan kasus terjadi di Indonesia.


Teranyar, pada Sabtu, 10 Juli 2021, Indonesia mengalami penambahan kasus harian sebanyak 35.094 sehingga totalnya menjadi 2.491.006.


LaporCovid-19 menyoroti berbagai penyangkalan pemerintah terkait betapa parahnya kondisi saat ini.


"Dear pemerintah, penanganan #Covid19 itu terkendali atau terkendala? @jokowi @airlangga_hrt @BudiGSadikin @BNPB_Indonesia @KemenkesRI @lawancovid19_id," cuit akun Twitter resmi @LaporCovid pada 10 Juli 2021.


"Banyak kontradiksi antara apa yang dilaporkan pemerintah dengan kondisi real di lapangan."


"Kita butuh tindakan dan kerja yang lebih keras lagi dari pemerintah, bukan pencitraan."


Dalam unggahannya, LaporCovid-19 menuntut pemerintah sigap menjamin kebutuhan oksigen, obat-obatan, dan operasional fasilitas  kesehatan dibandingkan memoles dengan menyebut penanganan pandemi sudah terkendali.


"Pemerintah pun harus memohon maaf kepada publik sebagai bentuk empati atas banyaknya korban jiwa, termasuk nakes," tulis LaporCovid-19.


"Warga tidak butuh pencitraan bahwa pandemi terkendali sedangkan kerabat dan keluarga mereka meregang nyawa setelah terpapar Covid-19."


Pemerintah saat ini menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali pada 3 hingga 20 Juli 2021 untuk menekan laju penyebaran Covid-19. [Democrazy/omg]