Jokowi Ajak Rakyat Bantu Negara Atasi Covid-19, Direktur Infus: Deklarasi 'Bendera Putih' dari Presiden | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 12 Juli 2021

Jokowi Ajak Rakyat Bantu Negara Atasi Covid-19, Direktur Infus: Deklarasi 'Bendera Putih' dari Presiden

Jokowi Ajak Rakyat Bantu Negara Atasi Covid-19, Direktur Infus: Deklarasi 'Bendera Putih' dari Presiden

Jokowi Ajak Rakyat Bantu Negara Atasi Covid-19, Direktur Infus: Deklarasi Bendera Putih dari Presiden

DEMOCRAZY.ID - Kementerian Agama (Kemenag) baru saja menggelar acara doa bersama bertajuk #PrayFromHome pada Minggu, 11 Juli 2021. 


Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting termasuk Presiden Joko Widodo.


Acara ini juga diunggah dalam kanal Youtube Sekertariat Presiden pada hari yang sama. 


Dalam kesempatan kali itu, Jokowi menyatakan, pemerintah tidak bisa menyelesaikan pandemi varian baru dari Covid-19 sendirian.


Presiden ke tujuh Indonesia ini mengatakan bahwa dukungan seluruh masyarakat sangat dibutuhkan agar kita dapat keluar dari pandemi Covid-19.


“Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendirian. Semua pihak harus berkolaborasi, bekerjasama saling tolong-menolong, bergotong-royong mengatasi ujian yang maha berat ini,” katanya.


Tanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus), Gde Siriana Yusuf menilai, pernyataan terbuka presiden adalah bentuk secara tidak langsung mendeklarasikan bendera putih. 


“Saya kira ini bisa dianggap sebagai deklarasi "bendera putih" Jokowi,” ujarnya pada wartawan, Minggu, 11 Juli 2021.


Sehingga ia meminta rakyat untuk bergotong royong membantu sesama, sebab negara sudah tidak sanggup lagi memenuhi kebutuhan rakyatnya. 


“Rakyat harus gotong royong demi bantu sesama warga yang isoman di rumah karena negara tidak sanggup lagi penuhi kebutuhan rakyat sesuai konstitusi,” imbuhnya.


Menurutnya, jika negara mampu menangani Covid-19, maka rakyat bisa berdiam diri di rumah dengan tenang. 


Namun nyatanya, kata dia, banyak rakyat yang harus keluar rumah demi mencari nafkah, oksigen, dan obat-obatan.


“Serta harus cari nafkah untuk yang pendapatannya harian. Ini tidak perlu terjadi jika negara mampu memenuhi ini semua,” jelasnya.


Gde kembali menegaskan, sangat jelas saat Jokowi mengajak rakyat, itu bertanda negara tidak mampu. 


“Sangat jelas, ketika negara tidak mampu, Jokowi ngajak rakyat bantu negara. Tapi jika merasa mampu, rakyat ditinggalkan tidak ditanya apa maunya,” pungkasnya.


Sebagai informasi, Pemerintah kembali melaporkan data mengenai Covid-19 pada Minggu, 11 Juli 2021. 


Hari ini, tercatat ada sebanyak 36.197 orang yang positif Covid-19. 


Dengan penambahan tersebut maka total kasus positif wabah itu di Indonesia telah mencapai 2.527.203 kasus sejak pertama kali diumumkan pada Maret 2020 lalu.


Sementara, pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 hari ini ada 32.615. 


Sehingga sampai saat ini total terdapat 2.084.724 orang telah sembuh dari wabah yang berasal dari Wuhan, China itu.


Di sisi lain, kasus kematian hari ini tercatat 1.007 orang. 


Secara keseluruhan, ada 66.464 pasien telah meninggal dunia akibat Covid-19. [Democrazy/thn]