Ini Alasan Singapura Tak Akui 'Sinovac' dalam Program Vaksinasi Nasional | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 07 Juli 2021

Ini Alasan Singapura Tak Akui 'Sinovac' dalam Program Vaksinasi Nasional

Ini Alasan Singapura Tak Akui 'Sinovac' dalam Program Vaksinasi Nasional

Ini Alasan Singapura Tak Akui 'Sinovac' dalam Program Vaksinasi Nasional

DEMOCRAZY.ID - Pemerintah Singapura tidak mengakui vaksin Covid-19 buatan perusahaan China, Sinovac, dalam program vaksinasi nasional. 


Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan bahwa dengan keputusan ini, setiap warga yang telah mendapat suntikan vaksin Sinovac tak dianggap dalam data jumlah vaksinasi nasional. 


"Angka vaksinasi nasional hanya mencerminkan mereka yang divaksinasi di bawah program vaksinasi nasional," demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Singapura, Rabu (7/6). 


Dengan demikian, Singapura hanya menghitung warga yang telah divaksinasi menggunakan vaksin Moderna dan Pfizer-BionTech/Cominarty.


Berdasarkan dataourworldindata.org, sejauh ini sebanyak 3,7 juta warga dari total 5,9 juta penduduk Singapura setidaknya telah menerima satu dosis vaksin Covid-19 Pfizer atau Moderna. 


Sebanyak, 2,16 juta atau 37,8 dari total penduduk Singapura juga sudah menerima vaksinasi lengkap. 


Singapura mengandalkan dua vaksin buatan Amerika Serikat itu lantaran berdasarkan uji klinis tingkat efikasinya melebihi 90 persen. 


Sementara itu, Sinovac menunjukkan tingkat kemanjuran yang jauh lebih rendah, yakni antara 50,4 persen hingga 90 persen. 


Namun sejauh ini, lebih dari 170 ribu penduduk Singapura telah menerima satu dosis vaksin Sinovac.


Sampai saat ini, Singapura masih menunggu sejumlah data penting dari Sinovac terkait vaksin CoronaVac buatannya. 


Karena itu, negara kota itu tidak memasukkan Sinovac dalam program vaksinasi nasional. 


"Vaksin Covid-19 yang bukan merupakan bagian dari program vaksinasi nasional kami mungkin belum mendokumentasikan data yang cukup tentang perlindungan terhadap infeksi Covid-19, terutama terhadap varian Delta yang saat ini beredar," demikian pernyataan Kemenkes Singapura. 


Meski begitu, Singapura tetap mengizinkan penggunaan vaksin Sinovac menyusul izin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap penggunaan darurat vaksin Negeri Tirai Bambu tersebut. 


Sebagaimana dilansir Reuters, Singapura mengizinkan penggunaan vaksin Sinovac oleh lembaga kesehatan seperti rumah sakit dan klinik swasta dengan akses khusus. 


Mereka dapat memanfaatkan stok 200 ribu dosis vaksin yang tersedia saat ini. [Democrazy/wty]