Heran Jokowi Datang ke Apotek Kehabisan Obat Covid Malah Dipublikasikan, Rocky Gerung: Bukannya Bikin Tenang, Rakyat Malah Jadi Panik! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Sabtu, 24 Juli 2021

Heran Jokowi Datang ke Apotek Kehabisan Obat Covid Malah Dipublikasikan, Rocky Gerung: Bukannya Bikin Tenang, Rakyat Malah Jadi Panik!

Heran Jokowi Datang ke Apotek Kehabisan Obat Covid Malah Dipublikasikan, Rocky Gerung: Bukannya Bikin Tenang, Rakyat Malah Jadi Panik!

Heran Jokowi Datang ke Apotek Kehabisan Obat Covid Malah Dipublikasikan, Rocky Gerung: Bukannya Tenang, Rakyat Malah Jadi Panik!

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik, Rocky Gerung mengomentari soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mendatangi apotek dan tidak menemukan obat terapi pasien Covid-19 yang ia cari.


Rocky mengkritik bahwa Presiden Jokowi seharusnya ada di Istana untuk mencari cara agar apotek tak kekurangan obat.


Namun, lanjut Rocky, Presiden Jokowi malah datang ke apotek yang ternyata kekurangan stok obat.


“Begitu rakyat di bawah lihat bahwa Presiden Jokowi tidak bisa memperoleh obat, maka itu pesan bahwa siap-siap kalian meninggal,” kata Rocky.


Pernyataannya itu dapat dilihat dalam video berjudul “Jokowi Kehabisan Obat Covid Orang Miskin Dilarang Sakit” yang tayang di Rocky Gerung Official pada Sabtu, 24 Juli 2021.


Rocky menilai bahwa sebetulnya, Presiden Jokowi telah melakukan sesuatu yang berbahaya.


“Karena dia memberitahu pada rakyat bahwa kami negara tidak akan mampu lagi mengurus kalian, gak ada obat. Jadi kalian siap-siap aja jadi jenazah, gitu,” ungkapnya.


Dengan tafsirannya itu, Rocky menilai bahwa buzzer telah bersikap konyol karena menganggap Jokowi merakyat.


Padahal, menurut Rocky, cara Jokowi yang datang ke apotek kehabisan obat itu justru menunjukkan ia tak pro-rakyat.


“Mustinya, dia cari apotek yang ada obat sehingga dia bilang pada rakyat, pesannya, ‘Jangan khawatir, pemerintah menyediakan obat’,” terangnya.


Rocky lantas menilai bahwa beginilah hal yang terjadi ketika kebijakan yang dungu dipoles dengan pencitraan yang dungu.


“Maka, terjadilah olok-olok dunia bahwa memang Indonesia gak mampu lagi karena itu dunia bilang, ‘Udah, Indonesia siap-siap jadi kuburan massal’,” katanya. [Democrazy/pkr]