Geger Wanita Meninggal 10 Hari Usai Divaksin, Puskesmas Beberkan Kronologi Lengkapnya | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 21 Juli 2021

Geger Wanita Meninggal 10 Hari Usai Divaksin, Puskesmas Beberkan Kronologi Lengkapnya

Geger Wanita Meninggal 10 Hari Usai Divaksin, Puskesmas Beberkan Kronologi Lengkapnya

Geger Wanita Meninggal 10 Hari Usai Divaksin, Puskesmas Beberkan Kronologi Lengkapnya

DEMOCRAZY.ID - Seperti diketahui, belakangan ini publik cukup ramai membahas seorang wanita yang meninggal dunia di hari ke-10 usai divaksin.


Keluarga korban yang bernama Julita Lidya Tiwa (30) meyakini bahwa ibu dua anak itu meninggal karena efek dari vaksin AstraZeneca. 


Pasalnya, kondisi Juita sebelum divaksin dalam keadaan sehat bugar dan bahkan disebut tak memiliki penyakit turunan.


Menanggapi hal itu, Kepala Puskesmas Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan, Aleks E Mamusung, melalui Kepala Tata Usaha (KTU), Hertje Tampemawa, akhirnya buka suara.


Ia lantas menceritakan kronologi pemberian vaksin untuk warga Desa Motoling II, Kecamatan Motoling tersebut.


Hertje sendiri membenarkan bahwa Juita yang merupakan warga Minahasa Selatan (Minsel) mendapatkan suntikan vaksin pada Rabu, 7 Juli 2021 di kantor Desa Motoling Dua.


Menurut Hertje, Juita sebelum mendapatkan suntikan vaksin Corona telah terlebih dahulu dilakukan cek kesehatan di mana kondisinya dinyatakan sehat dan layak untuk ikut vaksinasi Covid-19.


“Setelah selesai disuntik vaksin, Juita kemudian disuruh oleh petugas vaksinasi untuk menunggu selama 30 menit untuk melihat apakah ada reaksi yang muncul atau tidak,” jelas Hertje pada Selasa kemarin, 20 Juli 2021.


“Setelah selesai menunggu, Juita kemudian mendapatkan kartu vaksinasi dan pemberitahuan jadwal untuk kembali divaksin dosis kedua.”


Hertje kemudian menjelaskan bahwa pada Senin, 12 Juli 2021, atau lima hari setelah divaksin, Juita kembali mendatangi Puskesmas dan mengeluh kalau ia sakit kepala, pusing, dan mual.


Pihak Puskesmas lalu melakukan pemeriksaan kesehatan saat itu juga dan usai melakukan pemeriksaan, Hertje mengaku pihak puskesmas menganjurkan Juita segera dibawa ke rumah sakit.


Hal ity dikarenakan kondisi Juita saat itu sudah sangat lemah dengan tensi darah yang sangat rendah sehingga memerlukan infus di rumah sakit.


Menurut Hertje, walaupun dianjurkan ke rumah sakit, puskesmas tetap memberikan obat dan vitamin untuk dikonsumsi Juita.


“Jadi waktu ditensi, darahnya itu turun dan sudah sering mual-mual. Kami (pihak puskesmas) kemudian anjurkan langsung dirawat di rumah sakit,” beber Hertje.


“Selain itu, kami juga tanya kenapa sudah lima hari baru datang ke puskesmas kalau memang ada gejala. Saat itu, Juita ternyata memilih untuk pulang dan tidak ke rumah sakit.”


Sementara itu, pada Sabtu, 17 Juli 2021, Juita (dengan keluhan sakit kepala) kembali datang ke Puskesmas, yang tentunya membuat para perawat menjadi kaget, mengingat Juita sudah dianjurkan untuk dibawa ke rumah sakit.


Ketika ditensi, tekanan darah Juita sudah kembali normal. Namun, kondisinya waktu itu sudah pucat sehingga pihak puskesmas kembali meminta agar Juita segera dibawa ke rumah sakit terdekat.


“Saat kembali ke puskesmas, kami memang tetap melayani dan memberikan vitamin, tapi kami juga bilang harus ke rumah sakit karena jika dilihat dari ciri-cirinya, itu sudah pucat, tapi kami tidak tahu dibawa ke rumah sakit atau tidak,” ungkap Hertje.


Kabar duka pun akhirnya diterima puskesmas, di mana Juita dinyatakan telah meninggal dunia pada Minggu, 18 Juli 2021, yang menurut pengakuan Hertje, pihaknya sedih mendengar kabar tersebut.


“Terus terang kami juga ikut berduka dengan kabar ini. Kami turut berbelasungkawa.”


Kendati demikian, Hertje mengatakan dirinya tak bisa berbicara banyak atau menjelaskan tentang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang dialami oleh Juita.


Menurutnya, pihak puskesmas didatangi oleh Juita ketika sudah lima hari setelah divaksin, sedangkan KIPI terjadi 1×24 jam setelah vaksinasi.


“Setahu kami, KIPI itu adalah 1×24 jam setelah vaksinasi, tapi nanti tanya ke yang lebih ahli soal itu. Puskesmas sendiri memeriksa Juita itu sudah lima hari setelah Juita divaksin,” pungkas Hertje. [Democrazy/bkn]