Fadli Zon Beri Rekomendasi Kriteria Jubir Jokowi Pengganti Fadjroel | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 15 Juli 2021

Fadli Zon Beri Rekomendasi Kriteria Jubir Jokowi Pengganti Fadjroel

Fadli Zon Beri Rekomendasi Kriteria Jubir Jokowi Pengganti Fadjroel

Fadli Zon Beri Rekomendasi Kriteria Jubir Jokowi Pengganti Fadjroel

DEMOCRAZY.ID - Siapa tokoh yang bakal menggantikan Fadjroel Rachman sebagai juru bicara Presiden Jokowi kini mulai ramai diperbincangkan. 


Fadjroel diamanahkan Jokowi sebagai calon Duta Besar RI untuk Kazakhstan.


Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon ikut bicara soal kriteria jubir baru bagi Jokowi. 


Ia menilai seharusnya juru bicara presiden harus bisa memenuhi sejumlah kriteria, salah satunya mampu bersikap profesional dan dapat mengendalikan diri.


"Orang yang menjadi jubir itu orang yang mempunyai pengendalian diri yang tinggi. Tidak mudah terpancing, tidak mudah emosional. Tidak mudah diprovokasi dan selalu memilih dengan bahasa, diksi yang terkontrol," kata Fadli, Kamis (15/7).


Tak hanya itu, Fadli menyebut siapa saja yang bakal ditunjuk menjadi juru bicara, ke depannya harus memahami apa yang disampaikan Jokowi atau pemerintah. 


Sehingga, pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan tidak sampai menimbulkan polemik di tengah masyarakat.


Fadli yang juga anggota Komisi I DPR ini tak ingin sosok juru bicara yang justru mencampurkan opininya dalam menyampaikan sesuatu ke publik berkaitan dengan pemerintahan.


"Sebaiknya jubir itu orang yang memang memahami betul apa yang disampaikan oleh presiden atau pun pemerintah, dan jubir itu harus orang yang tenang," ujar dia.


"Namanya jubir ya jadi mengedepankan hasil-hasil yang memang harus disampaikan dan tidak campur dengan opini pribadi atau pandangan pribadi," imbuh Fadli.


Ia juga ikut mengevaluasi jangan sampai juru bicara presiden justru melakukan kesalahan, bahkan sampai menimbulkan kegaduhan atas pernyataan yang dilontarkan ke publik.


"Semaksimal mungkin tak boleh melakukan kesalahan, apalagi dengan diksi-diksi yang dianggap menimbulkan kegaduhan polemik dan sebagainya," ucap Fadli.


Fadli sendiri melihat pengalaman beberapa jubir presiden sebelumnya yang kerap melakukan kesalahan. 


Padahal, apa yang disampaikan mereka merupakan cerminan sikap presiden atau pemerintah.


"Kalau kita lihat belakangan ini dari pemerintahan Pak Jokowi, jubir-jubir itu sering kali offside. Menurut saya karena ada masuk emosi pribadi, ada masuk pendapat pribadi dan bahkan kadang-kadang menimbulkan polemik yang tidak perlu," tutup dia.


Fadjroel sebelumnya diusulkan Jokowi sebagai calon dubes RI untuk Kazakhstan. 


Ia juga telah menjalani fit and proper test bersama Komisi I DPR pada Rabu (14/7) kemarin.


Lebih lanjut, Fadjroel menyampaikan bidang komunikasi di lingkungan Istana tak akan terganggu, meski dirinya tak lagi jadi jubir Jokowi.


"Saya tidak ada, masih ada 3 orang jubir Istana," kata Fadjroel. [Democrazy/kpr]