Edhy Prabowo Sedih & Kecewa Dapat Hukuman 5 Tahun, Padahal Dulu Pernah Bilang Siap Dihukum Mati | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 16 Juli 2021

Edhy Prabowo Sedih & Kecewa Dapat Hukuman 5 Tahun, Padahal Dulu Pernah Bilang Siap Dihukum Mati

Edhy Prabowo Sedih & Kecewa Dapat Hukuman 5 Tahun, Padahal Dulu Pernah Bilang Siap Dihukum Mati

Edhy Prabowo Sedih & Kecewa Dapat Hukuman 5 Tahun, Padahal Dulu Pernah Bilang Siap Dihukum Mati

DEMOCRAZY.ID - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo divonis 5 tahun penjara. Edhy sedih dengan putusan majelis hakim tersebut.


"Saya sedih, hasil ini tidak sesuai dengan fakta persidangan," kata Edhy di lobi Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/7/2021).


Walaupun sedih, Edhy Prabowo tetap mengikuti semua proses hukum yang kini telah dijalaninya. Terkait untuk mengajukan banding, ia bersama tim hukumnya masih pikir-pikir.


"Tapi ya inilah proses peradilan di kita, saya akan terus melakukan proses tapi kasih waktu berpikir (untuk ajukan banding). Terima kasih," imbuhnya.


EDHY PRABOWO PERNAH MENGAKU SIAP DIHUKUM MATI


Edhy Prabowo terjerat kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster (benur). 


Eks Menteri KKP ini mengaku siap bertanggung jawab dan dihukum mati jika terbukti bersalah dalam kasus yang menjeratnya semasa memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu.


Hal ini disampaikan Edhy kepada media di pelataran Gedung KPK, Senin (22/02/2021). 


Bahkan Edhy mengaku siap menerima hukuman lebih daripada hukuman mati.


"Sekali lagi kalau memang saya dianggap salah saya tidak lari dari kesalahan, saya tetap tanggung jawab. Jangankan dihukum mati, lebih dari itupun saya siap yang penting demi masyarakat saya. Saya tidak bicara lantang dengan menutupi kesalahan, saya tidak berlari dari kesalahan yang ada. Silakan proses peradilan berjalan," katanya.


Ia pun mengklaim setiap kebijakan yang diambilnya salah satunya soal perizinan ekspor benur semata-mata hanya untuk kepentingan masyarakat.


"Saya tidak bicara lebih baik atau tidak. Saya ingin menyempurnakan, intinya adalah setiap kebijakan yang saya ambil untuk kepentingan masyarakat. Kalau atas dasar masyarakat itu harus menanggung akibat akhirnya saya di penjara itu sudah risiko bagi saya," kata Edhy.


Edhy pun lantas mencontohkan soal kebijakan yang dikeluarkannya terkait perizinan kapal.


"Anda liat izin kapal yang saya kekuarkan ada 4 ribu izin dalam waktu 1 tahun saya menjabat. Bandingkan yang sebelum yang tadinya izin sampai 14 hari saya bikin hanya 1 jam, banyak izin-izin lain," ungkap dia. [Democrazy/rml]