Dibully Seluruh Rakyat Indonesia Usai Pukul Ibu Hamil, Oknum Satpol PP: Saya Tetap Merasa Benar! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 16 Juli 2021

Dibully Seluruh Rakyat Indonesia Usai Pukul Ibu Hamil, Oknum Satpol PP: Saya Tetap Merasa Benar!

Dibully Seluruh Rakyat Indonesia Usai Pukul Ibu Hamil, Oknum Satpol PP: Saya Tetap Merasa Benar!

Dibully Seluruh Rakyat Indonesia Usai Pukul Ibu Hamil, Oknum Satpol PP: Saya Tetap Merasa Benar!

DEMOCRAZY.ID - Masyarakat Indonesia dihebohkan oleh kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Satpol PP di Gowa, Sulawesi Selatan.


Dalam video viral yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah anggota Satpol PP melakukan pemeriksaan terhadap satu tempat makan yang masih buka di masa PPKM Darurat 2021.


Tetapi saat melakukan pemeriksaan, ada satu oknum Satpol PP yang dengan alasan emosi tega melakukan kekerasan pada pasangan suami istri di tempat makan tersebut.


Bahkan diketahui istri dari sang pria yang sedang dianiaya oleh pihak kepolisian sempat dilempar bangku, dan dipukul oleh pihak polisi.


Padahal sang Istri tersebut diketahui sedang hamil ketika kejadian terjadi.


Lantas menanggapi hal tersebut, salah seorang Oknum Satpol PP Gowa memberikan tanggapannya ketika hal tersebut terjadi.


Sekretaris Satpol PP Gowa, Mardani Hamdan yang diduga menjadi salah satu oknum pemukul dalam video viral tersebut memberikan tanggapannya.


Dalam sosial media Facebook miliknya, Mardani menjelaskan bahwa ia meminta agar masyarakat yang tidak tahu apa-apa untuk tidak mengintimidasi dia.


"Tolong masyarakat yang tidak tahu apa-apa jangan mengintimidasi saya. Saya hanya menjalankan tugas."


"Kalaupun saya bersalah. Biarlah hukum yang berbicara," katanya menjelaskan.


Tetapi dalam postingan Facebook tersebut, Mardani Hamdan tetap memaksa bahwa tindakan yang ia lakukan dalam video tersebut sudah benar.


"Saya tetap merasa benar atas apa yang saya lakukan!!," katanya menegaskan.


Di sisi lain, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan akan langsung menghukum oknum Satpol PP yang melakukan pemukulan.


Apalagi kata dia, dugaan tindak kekerasan dilakukan perangkat pemerintahan yang ada di lingkup kepemimpinannya.


“Saya menyesalkan dan tidak akan mentolerir kejadian tersebut dan menyerahkan kasus itu untuk ditindak lanjuti pihak kepolisian,” tulis Adnan dari akun Instagram @adnanpurichtaichsan pada Kamis, 15 Juli 2021. [Democrazy/sdn]