Dianggap Kerap Berkelakuan Tak Pantas, Ngabalin Diminta Lepas Sorban Sebelum Ngancam-ngancam Orang | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 15 Juli 2021

Dianggap Kerap Berkelakuan Tak Pantas, Ngabalin Diminta Lepas Sorban Sebelum Ngancam-ngancam Orang

Dianggap Kerap Berkelakuan Tak Pantas, Ngabalin Diminta Lepas Sorban Sebelum Ngancam-ngancam Orang

Dianggap Kerap Berkelakuan Tak Pantas, Ngabalin Diminta Lepas Sorban Sebelum Ngancam-ngancam Orang

DEMOCRAZY.ID - Peringatan keras Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin pada para pengganggu Presiden Joko Widodo alias Jokowi dikomentari Rizal Ramli.


Mantan Menteri Koordinasi Perekonomian Rizal Ramli mengomentari cuitan Ali Ngabalin.


“Ya, ada jubir enggak laku. Ngancam akan patahkan tangan Rizal Ramli dan Rocky Gerung,” cuit Rizal Ramli dalam akun twitter-nya pada Rabu, 14 Juli 2021.


Rizal Ramli pun mempertanyakan tentang komentar-komentar Ali Ngabalin sebagai juru bicara presiden yang mengenakan sorban tersebut.


“Buka tuh sorban, sebelum ngancam-ngancam. Mau tanya netizen, pantas tidak kelakuan Jubir presiden dongo itu?” tulis Rizal Ramli bertanya pada netizen.


Sebelumnya Peringatan keras bagi siapa saja yang rajin meminta Presiden Joko Widodo turun dari jabatannya akan berhadapan dengan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin.


Ali Ngabalin tegas mengatakan kepada siapa saja yang meminta Jokowi mundur adalah cacat pikir.


Sebagai informasi saat ini sejumlah kalangan getol mendesak Jokowi mundur dari jabatannya sebagai Presiden.


Jokowi dinilai tak mampu menangani kasus pandemi Covid-19 yang kian melonjak.


Tokoh ternama seperti Rizal Ramli, Refli Harun, Ali Syarief, Rocky Gerung, dan banyak politikus lainnya mengeluarkan pernyataan meminta Jokowi mundur.


Ali Ngabalin yang tahu tentang desakan itu langsung pasang kuda-kuda.


Kata Ali Ngabalin, pihak-pihak yang merongrong Jokowi mundur, adalah sebagai manusia peradaban rendah dan cacat intelektual.


Ngabalin bahkan sampai menyebut pihak-pihak itu dengan menyamakan dengan binatang yang selalu membuat gaduh.


“Cacat secara Intelektual, manusia berperadaban rendah, WN kelas kambing,” katanya melalu akun twitter AliNgabalinNew, Minggu 11 Juli 2021.


Ia menyatakan, pihak-pihak tersebut telah melemparkan isu provokatif di tengah upaya menangani pandemi.


“Setiap saat membual di ruang publik memprovokasi massa untuk gaduh saat pemerintah full konsentrasi pada PPKM Darurat,” kata Ngabalin.


“Sengaja melempar isu comberan watak komunis tulen kalian mghalalkan segala cara,” sambung dia.


Bersama cuitannya, Ngabalin membagikan sebuah tanggapan layar berita terkait dirinya.


Sebelumnya, ia memang menyebut bahwa orang-orang yang meminta Jokowi mundur adalah sampah demokrasi.


“Sampah-sampah Demokrasi minta JOKOWI MUNDUR. Banyak yang sakit karena selain tidak ikhlas juga karen lukanya SANGAT DALAM. Hasad=dengki adalah perilaku yang mrusak amal dan memperpendek usia,” katanya.


“Hati hati jalanya licin, kalau terjatuh patah tangan. Barang siapa selalu ngibulin, serbet Ngabalin akan turun tangan.” Demikian pesan Ngabalin menyertakan pantun.


Ekonomi senior Rizal Ramli menyatakan, pemerintah tidak mau lockdown karena tidak mau beri makan rakyat yang tidak mampu.


"Hasilnya Indonesia malah di-lockout oleh negara-negara lain,” ujarnya, Minggu, 11 Juli 2021.


Ia pun sempat memberikan empat saran kepada pemerintah untuk bisa menghadapi sebaran Covid-19 yang dalam beberapa pekan terakhir mengalami lonjakan drastis.


Pertama, pemerintah disarankan untuk melakukan lockdown selama 1 hingga 2 bulan.


Kedua, selama lockdown, pemerintah harus memberi jaminan berupa makanan dan obat-obatan kepada rakyat selama 2 hingga 4 bulan.


Ketiga, pemerintah harus mempercepat vaksinasi hingga 3 kali lipat. Dan terakhir, mengalihfungsikan gedung DPR/DPRD seluruh Indonesia untuk perawatan pasien Covid-19.


“Banyak yang tanya, apakah bisa dan mampu untuk kasih rakyat yang tidak mampu makan dan obat 2 hingga 4 bulan? Bisa, mampu, dan harus!” begitu jawab tegas Rizal Ramli. [Democrazy/izn]