Covid Semakin Menggila, Netizen Ramai-ramai Desak Mundur, Presiden Jokowi di Ujung Tanduk? | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 07 Juli 2021

Covid Semakin Menggila, Netizen Ramai-ramai Desak Mundur, Presiden Jokowi di Ujung Tanduk?

Covid Semakin Menggila, Netizen Ramai-ramai Desak Mundur, Presiden Jokowi di Ujung Tanduk?

Covid Semakin Menggila, Netizen Ramai-ramai Desak Mundur, Presiden Jokowi di Ujung Tanduk?

DEMOCRAZY.ID - Angka kasus Covid-19 di Tanah Air kian mengalami peningkatan akhir-akhir ini seiring penerapan PPKM Darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang.


Fasilitas layanan rumah sakit di beberapa daerah banyak dilaporkan alami penyusutan imbas ledakan kasus Covid-19 yang terus meningkat.


Sementara itu, kelangkaan tabung oksigen untuk pasien Covid-19 juga kian memperburuk keadaan saat ini.


Akibatnya, tekanan politik terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) kini tengah memuncak.


Berturut-turut, desakan agar Presiden ketujuh itu mundur terus digaungkan warganet di media sosial.


Pada Senin, 4 Juli 2021 kemarin, warganet di Twitter ramai-ramai menggaungkan plesetan PPKM menjadi 'Pak Presiden Kapan Mundur' hingga menjadi trending topic.


Hal serupa terjadi hari ini, Rabu, 7 Juli 2021. Tekanan terhadap Presiden Jokowi kembali datang dari warganet.


Tagar #BapakPresdienMenyerahlah dan #IndonesiaKolaps kembali menjadi trending topic puncak di Twitter Indonesia.


Hal itu digaungkan warganet sebagai bentuk kritik atas penanganan Covid-19 di Tanah Air belakangan ini.


Sementara, kritik juga datang dari tokoh-tokoh nasional khususnya oposisi yang mendesak Jokowi mundur.


Ekonom senior, Rizal Ramli misalnya, menilai berbagai kebijakan Presiden Jokowi belakangan banyak mengorbankan rakyat sehingga lebih baik apabila Jokowi mundur.


"Lebih bagus mundur baik-baik, dengan hormat kasih kesempatan yang lebih mampu buat kelola Indonesia, nyelesiakan masalah-masalah ini. Kasihan rakyat Indonesia dikorbanin dua tahun ini kan udah hancur-hancuran. Masa mau ditambahin lagi tiga tahun," ujar Rizal, Rabu, 7 Juli 2021.


Desakan serupa juga datang dari kelompok aktivis Pro Demokrasi (ProDem).


Ketua Umum ProDem, Iwan Sumule mendesak pemerintah khususnya segera mundur sebelum kemarahan rakyat benar-benar meluap.


"Lucu dan menyebalkan. Kebodohan dipertontonkan, membuat banyak rakyat korban jiwa," cuit Iwan melalui Twitternya, Rabu, 6 Juli 2021.


"Mundurlah kalian, mungkin akan dimaafkan. Khawatirnya kalau kemarahan rakyat diluapkan, mungkin pintu maaf itu telah luluh lantak. Iya gak sih?," tegas dia.


Lagi-lagi, kritik tersebut merupakan imbas dari berbagai kebijakan terkait penanganan Covid-19 sedangkan angka kasus yang kian bertambah. [Democrazy/cvr]