Bukan Anggota Dewan, Ternyata Ini Profesi Wanita yang Minta Pemerintah Buatkan RS Khusus Pejabat | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 08 Juli 2021

Bukan Anggota Dewan, Ternyata Ini Profesi Wanita yang Minta Pemerintah Buatkan RS Khusus Pejabat

Bukan Anggota Dewan, Ternyata Ini Profesi Wanita yang Minta Pemerintah Buatkan RS Khusus Pejabat

Bukan Anggota Dewan, Ternyata Ini Profesi Wanita yang Minta Pemerintah Buatkan RS Khusus Pejabat

DEMOCRAZY.ID - Sosok Rosaline Irene Rumaseuw tengah menjadi sorotan publik karena pernyataannya yang dinilai kontroversial. 


Rosaline menyebut bahwa pemerintah harus lebih memperhatikan pejabat, salah satunya menyediakan rumah sakit khusus untuk menangani pejabat negara yang terpapar Covid-19.


Rosaline yang tergabung di Partai Amanat Nasional (PAN) ini ternyata merupakan seorang dokter, bukan pejabat publik. 


Hal tersebut terungkap saat Rosaline menyampaikan klarifikasi di akun Instagram-nya.


Rosaline menegaskan bahwa dirinya bukan anggota dewan, tapi hanyalah seorang dokter swasta. 


Dia mengaku akan menolong siapa pun, bukan hanya pejabat.


Bukan Anggota Dewan, Ternyata Ini Profesi Wanita yang Minta Pemerintah Buatkan RS Khusus Pejabat

"Saya tidak peduli siapa yang meminta tolong, baik itu pejabat atau rakyat biasa, asalkan itu pasien pasti saya usahakan yang terbaik untuk membantu memberikan yang terbaik karena saya seorang dokter yang berasal dari rakyat," demikian klarifikasi Rosaline, Kamis (8/7/2021).


Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, Rosaline pernah mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Papua. 


Rosaline beberapa kali turun untuk mengambil hati masyarakat Papua. 


Di akun media sosialnya, ia juga membagikan kedekatannya dengan masyarakat Papua.



Pada tahun 2019, Rosaline juga pernah mendampingi Sandiaga Uno yang kala itu masih menjadi Calon Wakil Presiden RI berpasangan dengan Prabowo Subianto.


Meski dibanjiri hujatan, namun Rosaline tetap berterima kasih. 


Menurutnya, semua orang memiliki pendapat dan pandangannya sendiri mengenai pandemi yang tak kunjung usai ini.


"Setiap orang punya pendapat dan pandangan untuk menangani pandemi ini. Jika ada yang berbeda pendapat, silahkan itu hal pribadi setiap orang," katanya. [Democrazy/idz]